kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Wall Street Menguat Sepekan, Investor Menanti Kinerja Emiten dan Data Inflasi AS


Sabtu, 10 Oktober 2026 / 05:45 WIB
Diperbarui Sabtu, 10 Oktober 2026 / 05:49 WIB
Wall Street Menguat Sepekan, Investor Menanti Kinerja Emiten dan Data Inflasi AS
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Brendan McDermid)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (9/10/2026), sekaligus mencatat kenaikan sepanjang pekan.

Namun, pergerakan pasar masih dibayangi ketidakpastian perang Iran dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Investor kini mengalihkan perhatian ke pekan depan, ketika musim laporan keuangan kuartal III-2026 mulai bergulir dan data inflasi AS dijadwalkan rilis.

Kedua faktor tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk menilai prospek laba perusahaan dan arah kebijakan moneter The Fed.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,83% atau 423,31 poin ke level 51.654,95.

Indeks S&P 500 menguat 0,59% atau 46,15 poin ke 7.811,51, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,64% atau 172,83 poin ke 27.366,17.

Ketiga indeks utama tersebut membukukan kenaikan mingguan. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 justru berakhir di bawah posisi penutupan Jumat pekan sebelumnya.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Mixed, Investor Cermati Tarif AS dan Konflik Timur Tengah

Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird, menilai kenaikan pasar masih terbatas karena investor menghadapi ketidakpastian perkembangan konflik Iran. "Ini sebabnya reli pasar masih relatif terbatas," ujar Mayfield.

Sentimen pasar sempat membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu.

Trump juga menyebut perundingan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang Iran berjalan produktif.

Meski demikian, harga minyak mentah kembali menguat pada akhir perdagangan. Kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent masing-masing naik 0,4%.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury juga bergerak naik tipis, meski masih berada di bawah level tertinggi dalam 24 tahun yang tercatat pada Rabu.

Investor menanti laporan keuangan bank

Perhatian pasar pada pekan depan akan tertuju pada laporan keuangan kuartal III-2026, terutama dari sejumlah bank besar AS.

Wells Fargo, Goldman Sachs, Citigroup, JPMorgan Chase, Bank of America, dan Morgan Stanley dijadwalkan merilis kinerja keuangan mereka.

Data LSEG menunjukkan, analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 secara agregat tumbuh 30,6% secara tahunan pada periode Juli-September 2026.

Sektor energi diperkirakan mencatat pertumbuhan laba terbesar, yakni 123%, disusul sektor teknologi sebesar 66,5%.

Meski prospek laba perusahaan relatif kuat, kondisi konsumen AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Data University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen memburuk pada Oktober, dengan ekspektasi jangka pendek merosot ke level terendah sepanjang sejarah pengukuran.

Kondisi ini menjadi perhatian investor karena konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 70% aktivitas ekonomi AS. Pelemahan ekspektasi konsumen berpotensi memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja perusahaan.

Baca Juga: Wall Street Bergerak Stabil, Investor Menanti Debut SK Hynix di Nasdaq

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor jasa komunikasi menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penurunan.

Saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) secara umum menguat. Roundhill Magnificent Seven ETF, yang melacak kelompok saham teknologi berkapitalisasi besar, naik 1%.

Michael Monaghan, manajer portofolio di Founder ETFs, menilai industri semikonduktor masih menjadi salah satu penggerak utama pasar saham tahun ini, seiring perkembangan teknologi yang berpotensi berlangsung dalam jangka panjang.

Di sisi lain, saham perusahaan telekomunikasi tertekan setelah SpaceX milik Elon Musk mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi portofolio spektrum frekuensi rendah yang mencakup seluruh wilayah AS.

Kesepakatan ini berpotensi meningkatkan persaingan di industri layanan nirkabel.

Saham T-Mobile US, AT&T, dan Verizon masing-masing turun antara 8,8% dan 13,3%.

Sementara itu, saham Humana melonjak 11,6% setelah data pemerintah AS menunjukkan bahwa 95% peserta program Medicare Advantage yang dikelolanya berada dalam paket dengan peringkat empat bintang atau lebih tinggi untuk 2027.

Sebaliknya, saham Apple turun 1,1%. Penurunan terjadi setelah laporan media menyebut perusahaan tersebut meminta sejumlah pemasok mengurangi produksi komponen untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang baru diluncurkan.

Kenaikan biaya cip memori dan harga jual produk disebut menekan permintaan konsumen.

Baca Juga: Wall Street Ambruk, Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Inflasi Guncang Pasar

Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik di Bursa Efek New York (NYSE) melampaui saham yang turun dengan rasio 1,65 banding 1. Di Nasdaq, saham yang menguat juga lebih banyak, dengan rasio 1,38 banding 1.

Meski indeks utama bergerak positif, jumlah saham yang mencetak level terendah baru dalam 52 pekan masih melampaui saham yang mencapai level tertinggi baru di Nasdaq.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan indeks belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan merata di seluruh saham.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 14,37 miliar saham, di bawah rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang sebesar 17,76 miliar saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×