Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Kamis (13/8/2026), seiring turunnya harga minyak mentah yang meningkatkan minat risiko. Sementara investor mencermati data inflasi harga produsen yang lebih rendah dari perkiraan.
Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan indeks Dow Jones Industrial Average naik 58,3 poin, atau 0,11% ke level 53.828,55. S&P 500 naik 14,7 poin, atau 0,19% ke level 7.763,18, sementara Nasdaq Composite naik 42,9 poin, atau 0,16%, ke level 26.631,341.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun sekitar 2,2% setelah mencatat kenaikan selama enam sesi berturut-turut, seiring investor menimbang prospek melemahnya permintaan global tahun ini dan meningkatnya cadangan minyak mentah AS.
Baca Juga: Suku Bunga Global Masih Tinggi, Reksadana Obligasi Bisa Jadi Pilihan Defensif
Iran dan Amerika Serikat masih berselisih paham mengenai upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah secara permanen—menurut keterangan sumber senior Iran—sementara lalu lintas melalui Selat Hormuz yang vital tetap sangat terbatas.
Angka indeks harga produsen tercatat sebesar 4,7%, di bawah ekspektasi kenaikan 4,9% untuk bulan Juli. Data ini menyusul data inflasi konsumen bulan Juli yang moderat, yang memperkuat perkiraan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan berikutnya.
"Jika kedua laporan tersebut digabungkan, kita mungkin bisa menangkap sinyal yang cenderung dovish (mendukung kebijakan moneter longgar)—meskipun mungkin hanya sedikit—dari data inflasi bulan ini. Namun, menurut saya, data bulan ini saja tidak cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan The Fed secara signifikan," ujar Brock Weimer, analis strategi investasi di Edward Jones.
"Akan tetapi, tampaknya lonjakan harga energi tidak berdampak signifikan terhadap kategori inflasi inti lainnya."
Para pedagang meningkatkan taruhan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga bulan depan; kontrak berjangka yang mengacu pada suku bunga kebijakan The Fed menunjukkan probabilitas sebesar 65%, naik dari 60% sebelum data tersebut dirilis.
Baca Juga: IIF Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Senilai Rp 500 Miliar pada November 2026
Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi telah rebound setelah sempat turun lebih dari 10% dari rekor tertingginya dua minggu lalu, seiring laporan kinerja keuangan yang kuat dari perusahaan penyedia infrastruktur AI berskala besar (hyperscaler) dan perusahaan teknologi lainnya yang kembali memicu antusiasme pasar terhadap sektor AI.
Indeks Dow dan S&P 500 bergerak mendekati rekor tertinggi mereka, sementara Nasdaq berada sekitar 2% di bawah puncaknya sendiri.
Saham Cisco Systems, salah satu komponen indeks Dow, turun 7,3% meskipun perusahaan pembuat peralatan jaringan tersebut memproyeksikan pendapatan tahun fiskal 2027 melampaui ekspektasi Wall Street.
Secara keseluruhan, kinerja laba yang kuat di beberapa sektor telah menjadi faktor pendorong terbaru bagi saham-saham AS setelah awal yang kurang mulus pada paruh kedua tahun 2026.
Saham produsen PC, Dell Technologies dan HP, masing-masing mencatat kenaikan 2,8% dan 6,9% dalam perdagangan pre market setelah laporan laba Lenovo asal China melampaui ekspektasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
