Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham-saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Senin (26/10/2026) setelah pengajuan penawaran umum perdana saham (IPO) Anthropic menarik perhatian investor, menjelang pekan yang dipenuhi laporan keuangan perusahaan dan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 105,3 poin atau 0,20% menjadi 52.320,45 pada pembukaan perdagangan. Indeks S&P 500 naik 16,0 poin atau 0,21% menjadi 7.639,7, sedangkan Nasdaq Composite menguat 71,5 poin atau 0,28% menjadi 26.026,865.
Anthropic memaparkan ambisinya untuk membangun sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengubah perekonomian global, sekaligus menghadapi biaya dan tantangan dalam pengembangan teknologi tersebut.
Baca Juga: 5 Saham Tebar Dividen Akhir Oktober 2026, Mana yang Paling Menarik?
Perusahaan itu terus melanjutkan rencana IPO meskipun kalender pencatatan saham pada musim gugur yang sebelumnya ramai kini semakin sepi. Volatilitas pasar telah mendorong sejumlah perusahaan menunda penawaran saham mereka.
Sebagian besar saham perusahaan berkapitalisasi pasar sangat besar dan saham berorientasi pertumbuhan bergerak naik dalam perdagangan prapasar. Saham Tesla naik 2,5% setelah Barclays menaikkan rekomendasinya menjadi overweight dari equal-weight.
Saham perusahaan semikonduktor dan terkait chip juga menguat setelah mengalami beberapa pekan perdagangan yang bergejolak. Nvidia serta pesaingnya, AMD dan Intel, masing-masing naik lebih dari 1%.
Pada pukul 09.05 waktu setempat (ET), kontrak berjangka Dow E-mini naik 208 poin atau 0,4%, kontrak berjangka S&P 500 E-mini naik 25,75 poin atau 0,34%, dan kontrak berjangka Nasdaq 100 E-mini naik 175,5 poin atau 0,6%.
Sekitar sepertiga perusahaan dalam indeks S&P 500 dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan pekan ini, termasuk perusahaan penyedia layanan komputasi awan berskala besar, Alphabet, Microsoft, dan Amazon.com. Hasil keuangan mereka akan dicermati untuk mengetahui apakah investasi besar dalam AI mulai memberikan hasil.
Perhatian tersebut muncul setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan berkapitalisasi besar yang terkait dengan AI mendapat respons yang kurang menggembirakan pekan lalu. Meta mengecewakan investor setelah kembali menaikkan proyeksi belanja AI tahunannya dan menyatakan akan menerbitkan saham baru untuk membantu membiayai pengeluaran tersebut. Tesla juga mendapat tekanan setelah merilis hasil keuangannya.
“Pada musim laporan keuangan kali ini, perusahaan tampaknya berada dalam posisi sulit. Jika mereka mengeluarkan terlalu banyak uang, investor khawatir. Namun, jika mereka memberi sinyal bahwa pengeluaran mereka tidak cukup besar, investor juga mulai khawatir,” kata Chris Beauchamp, kepala analis pasar di IG Group.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Sideways, Cermati Saham AADI, BBNI, dan TLKM pada Selasa (27/10)
Meta pada Senin mengatakan berencana menghimpun dana ekuitas hingga US$ 95 miliar untuk membiayai ekspansi terkait AI, termasuk pusat data, kapasitas komputasi awan, dan infrastruktur lainnya. Sahamnya terakhir tercatat turun 0,7%.
Perdagangan saham terkait AI mendapat tekanan pada bulan ini di tengah kekhawatiran bahwa belanja yang dibiayai utang akan semakin sulit dibenarkan ketika biaya pinjaman meningkat. Perusahaan penyedia infrastruktur komputasi awan khusus AI, CoreWeave dan Nebius, masing-masing telah kehilangan lebih dari 30% nilai pasarnya sepanjang Oktober.
Saham CoreWeave turun 3,9%, sedangkan Nebius melemah 1,7% setelah Elon Musk mengatakan dalam unggahan di platform X bahwa pasar “hampir sepenuhnya menutup akses terhadap pendanaan” bagi perusahaan yang tidak memiliki pendapatan signifikan di luar pusat data AI. Ia juga memperkirakan akan terjadi konsolidasi di antara perusahaan penyedia layanan komputasi awan khusus AI atau neocloud.
Musk juga mengatakan SpaceX tidak akan membeli perusahaan neocloud mana pun karena hal tersebut dianggapnya “tidak ada gunanya”. Saham IREN dan Applied Digital juga sedikit melemah.
Harga minyak mentah turun setelah mencapai level tertinggi dalam hampir enam bulan pada pekan lalu. Pada Minggu, para mediator Qatar melakukan perjalanan ke Teheran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan regional melalui koordinasi dengan Amerika Serikat.
Keputusan suku bunga The Fed dijadwalkan diumumkan pada Rabu. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral mempertahankan suku bunga setelah menaikkannya pada September. Namun, para pedagang masih menilai kenaikan suku bunga pada Desember sangat mungkin terjadi. Berdasarkan data LSEG, pasar juga memperkirakan setidaknya dua kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga pertengahan 2027.
Indeks pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) untuk September, yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, serta data produk domestik bruto (PDB) kuartal III yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan 3,2%, akan dirilis pada Kamis.
Investor juga memantau pemilihan paruh waktu AS pada 3 November, yang akan menentukan partai yang menguasai Kongres AS.
Baca Juga: Valuasi Pasar Saham Sudah Murah, Saham Ini Punya PE di Bawah 4 Kali, Menarikkah?
Di antara saham lainnya yang bergerak signifikan, saham perusahaan Brasil yang tercatat di AS anjlok setelah Presiden Luiz Inacio Lula da Silva memenangkan masa jabatan keempat yang bersejarah pada Minggu. Hasil tersebut mengejutkan pasar karena bertentangan dengan jajak pendapat sebelumnya. Dana yang diperdagangkan di bursa iShares Brazil ETF merosot lebih dari 26%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














