Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Generasi milenial mendominasi jumlah investor Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 yang mencatat total pemesanan Rp 17,01 triliun. Namun, dari sisi nominal pembelian, generasi X justru menjadi kontributor terbesar dalam penerbitan surat utang negara ritel tersebut.
Mengutip keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Senin (26/10/2026), total pemesanan SBR015 mencapai Rp 17,007 triliun. Nilai tersebut terdiri atas seri SBR015T2 (tenor 2 tahun) sebesar Rp 13,60 triliun dan SBR015T4 (tenor 4 tahun) sebesar Rp 3,40 triliun.
Pemerintah menawarkan SBR015 pada 28 September hingga 22 Oktober 2026. Instrumen ini menawarkan kupon 6,75% per tahun untuk seri SBR015T2 dan 6,85% per tahun untuk seri SBR015T4.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi 1,21% ke 5.373, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing di Awal Pekan
DJPPR menyebut penetapan kupon tersebut mempertimbangkan kondisi pasar keuangan global dan domestik yang cukup bergejolak.
“Penetapan kupon masing-masing seri sebesar 6,75% dan 6,85% per tahun dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan global maupun domestik yang cukup volatile, sehingga SBR015 tetap menjadi pilihan investasi yang menarik dan kompetitif bagi masyarakat,” tulis DJPPR dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026).
Profil Investor SBR015
Dari sisi partisipasi, jumlah investor SBR015 mencapai 62.529 investor. Sebanyak 51.702 investor membeli seri SBR015T2 dan 14.156 investor membeli seri SBR015T4. Sebanyak 3.329 investor tercatat berpartisipasi pada kedua seri tersebut.
Berdasarkan kelompok usia, generasi milenial mendominasi jumlah investor dengan porsi 49,84%. Generasi X menyusul sebesar 29,47%, diikuti baby boomers sebesar 13,25% dan generasi Z sebesar 6,77%. Adapun generasi tradisionalis memiliki porsi 0,67%.
Meski jumlah investor didominasi milenial, generasi X menjadi kontributor terbesar dari sisi nominal pemesanan dengan porsi 38,38%. Posisi berikutnya ditempati baby boomers sebesar 31,97%.
Berdasarkan profesi, pegawai swasta menjadi kelompok investor terbanyak dengan porsi 34,36%. Sementara itu, dari sisi nominal pembelian, wiraswasta mendominasi dengan kontribusi 32,10%.
Investor perempuan juga mendominasi partisipasi dalam penerbitan SBR015. Porsinya mencapai 58,32% dari total investor, dengan kontribusi 50,68% terhadap nominal pemesanan.
SBR015 Tarik Investor Baru
Penerbitan SBR015 turut menjaring investor yang sebelumnya belum berinvestasi pada instrumen surat utang negara ritel. DJPPR mencatat sebanyak 19.583 investor baru Surat Utang Negara (SUN) ritel dan 12.809 investor baru Surat Berharga Negara (SBN) ritel.
Baca Juga: BEI Rombak IDX30, LQ45 dan IDX80, Ini Saham yang Masuk dan Keluar
Untuk memperluas jangkauan investasi, pemerintah melakukan edukasi literasi keuangan melalui kegiatan daring dan luring serta optimalisasi media sosial.
“Penjualan SBR015 didukung dengan campaign dan edukasi mengenai literasi keuangan dan investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan baik daring maupun luring,” tulis DJPPR.
Dari sisi distribusi, mitra distribusi perbankan masih mendominasi penjualan SBR015, baik berdasarkan nominal maupun jumlah investor. Meski demikian, perusahaan fintech dan sekuritas juga berperan dalam menjangkau investor ritel, terutama dari sisi tingkat keritelan dan jumlah investor.
Dana hasil penjualan SBR015 akan digunakan untuk memenuhi target pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 beserta perubahannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














