kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Wall Street Melemah, Saham Apple Turun Jelang Rilis Kinerja Kuartalan


Selasa, 03 November 2026 / 05:00 WIB
Wall Street Melemah, Saham Apple Turun Jelang Rilis Kinerja Kuartalan
ILUSTRASI. Bursa AS - Wall Street (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (2/11/2026).

Indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI), sementara saham Apple terkoreksi menjelang pengumuman kinerja keuangan kuartalannya.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 0,51% ke level 7.541,40. Nasdaq Composite terkoreksi 1,07% ke posisi 25.164,32. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average menguat 0,41% ke level 51.983,98.

Tekanan terhadap saham teknologi masih berlanjut setelah Nasdaq mencatat penurunan 5,3% sepanjang Oktober.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Saham Chip Melonjak Setelah Ketegangan AS-Iran Mereda

Investor mulai mempertanyakan apakah besarnya investasi perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI sebanding dengan kemampuan menghasilkan pendapatan dalam waktu dekat.

CEO Longbow Asset Management Jake Dollarhide mengatakan, perusahaan teknologi perlu mempertimbangkan batas belanja AI agar investasi tersebut benar-benar memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

"Pada titik tertentu, tidak ada lagi nilai tambah yang dihasilkan, melainkan hanya tambahan biaya," ujarnya.

Kekhawatiran tersebut turut menekan sejumlah saham teknologi. Oracle anjlok hampir 9% setelah dokumen regulator menunjukkan rencana perusahaan menghimpun dana US$ 20 miliar melalui penerbitan utang dan saham.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap pembiayaan belanja infrastruktur AI menggunakan utang, terutama ketika biaya pinjaman meningkat.

Baca Juga: Wall Street Anjlok, Saham AI Tertekan dan Harga Minyak Melonjak

Saham Marvell Technology juga merosot 13% setelah mengumumkan rencana akuisisi produsen komponen optik Lumentum senilai US$ 115 miliar dalam transaksi saham yang turut mencakup utang. Saham Lumentum ikut terpuruk 18,6%.

Sementara itu, saham Intel turun 8,8%, melanjutkan tekanan setelah anjlok 29% pada Jumat sebelumnya.

Penurunan terjadi setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartalan di bawah ekspektasi pasar dan menyatakan tidak memperkirakan arus kas positif tahun ini.

Saham Palantir terkoreksi 3,1% menjelang pengumuman kinerja keuangannya. Adapun saham Advanced Micro Devices (AMD) turun 7,5% sebelum merilis laporan keuangan pada Selasa.

Di tengah tekanan saham teknologi, pergerakan saham sejumlah emiten besar lainnya cenderung positif. Amazon menguat 2,2% dan Tesla naik 1%.

Saham Apple ditutup melemah 1,5% menjelang pengumuman laporan keuangan. Namun, setelah perdagangan reguler berakhir, Apple melaporkan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar.

Baca Juga: Wall Street Bangkit, Saham Chip Rebound di Tengah Meredanya Konflik Iran-Israel

Kinerja tersebut ditopang permintaan awal yang kuat terhadap lini iPhone 18 Pro serta kenaikan harga produk yang membantu mengimbangi peningkatan biaya chip memori. Setelah pengumuman tersebut, saham Apple bergerak relatif stabil.

Dari sisi sektoral, tujuh dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 mencatat kenaikan. Sektor barang konsumsi nonprimer memimpin dengan penguatan 2,25%, disusul sektor material yang naik 1,83%. Sebaliknya, sektor energi terkoreksi 4%.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi penurunan harga minyak mentah setelah muncul optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Iran menyatakan terbuka terhadap pembicaraan damai setelah konflik di Timur Tengah berlangsung selama delapan bulan. Perkembangan ini turut mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang dan harga minyak Brent.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Nasdaq Turun Jelang Rilis Laporan Laba dan Data Ekonomi

Di sisi lain, investor mencermati pemilihan paruh waktu AS yang berlangsung Selasa. Pemilihan tersebut akan menentukan apakah Partai Demokrat mampu merebut kendali Kongres dari Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump.

Data LSEG menunjukkan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 pada kuartal III-2026 diperkirakan tumbuh lebih dari 30% secara tahunan. Namun, sebagian besar pertumbuhan tersebut masih ditopang perusahaan-perusahaan besar di sektor AI.

Setelah koreksi pasar belakangan ini, valuasi S&P 500 berada di sekitar 19 kali proyeksi laba, menjadi level terendah sejak 2023.

Adapun aktivitas perdagangan di bursa AS tergolong ramai dengan volume mencapai 18,8 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 17,3 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×