kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.200   150,00   0,83%
  • IDX 5.342   -252,63   -4,52%
  • KOMPAS100 698   -37,93   -5,15%
  • LQ45 527   -30,67   -5,50%
  • ISSI 185   -9,94   -5,11%
  • IDX30 298   -17,74   -5,61%
  • IDXHIDIV20 370   -21,50   -5,49%
  • IDX80 79   -4,39   -5,24%
  • IDXV30 102   -4,22   -3,96%
  • IDXQ30 96   -6,26   -6,12%

Wall Street Menguat, Saham Chip Bangkit dan Ketegangan Timur Tengah Mereda


Senin, 08 Juni 2026 / 21:27 WIB
Diperbarui Senin, 08 Juni 2026 / 21:41 WIB
Wall Street Menguat, Saham Chip Bangkit dan Ketegangan Timur Tengah Mereda
ILUSTRASI. Indeks-indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Senin (8/6/2026), didorong oleh rebound saham-saham semikonduktor (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks-indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Senin (8/6/2026), didorong oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah aksi jual besar-besaran pekan lalu. Sentimen investor juga membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Salah satu penggerak utama penguatan pasar adalah lonjakan saham Intel yang melesat 8,5%. Kenaikan ini terjadi setelah laporan media The Information menyebut bahwa Alphabet telah menunjuk Intel untuk memproduksi sekitar 3 juta chip buatannya sendiri. Selain itu, Nvidia juga dikabarkan tengah mengevaluasi teknologi yang dimiliki Intel.

Sektor teknologi menjadi penopang utama penguatan pasar. Indeks teknologi S&P 500 naik 1,9%, sementara indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) melonjak 4,6%.

Kenaikan tersebut menjadi pemulihan signifikan setelah penurunan tajam pada Jumat lalu yang menghapus nilai kapitalisasi pasar sekitar US$1 triliun dari perusahaan-perusahaan chip yang tercatat di bursa Amerika Serikat.

Saham Nvidia naik 1,7%, Broadcom menguat 2,8%, dan Micron Technology melesat 8,7%.

Sebelumnya, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat serta hasil kinerja Broadcom yang dinilai kurang memuaskan memicu kekhawatiran bahwa sektor semikonduktor telah tumbuh terlalu cepat. Kondisi tersebut membuat investor memilih mengambil keuntungan setelah reli kuat sepanjang tahun ini.

Art Hogan, Chief Market Strategist B Riley Wealth, mengatakan bahwa koreksi yang terjadi merupakan hal yang wajar setelah kenaikan yang terlalu cepat.

Baca Juga: Dipengaruhi Tingkat Produksi, Simak Rekomendasi Saham Amman Mineral (AMMN)

"Kadang-kadang pergerakan harga menjadi terlalu jauh dan terlalu cepat sehingga pasar membutuhkan sedikit koreksi. Dan koreksi tersebut kemungkinan akan mendorong aliran investasi ke sektor-sektor lainnya," ujar Hogan.

Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, empat sektor mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari itu.

Ketegangan Iran-Israel Mereda, Sentimen Pasar Membaik

Sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Militer Iran mengumumkan bahwa gelombang pertama serangan terhadap Israel sejak gencatan senjata pada April lalu telah berakhir.

Sementara itu, Israel disebut menghentikan serangan terhadap Iran atas permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat senior Israel kepada Channel 12.

Sebelumnya, eskalasi serangan antara kedua negara sempat mendorong harga minyak mentah melonjak lebih dari 5% pada awal perdagangan Senin. Namun, menjelang penutupan pasar, kenaikan harga minyak menyusut menjadi kurang dari 2%.

Kondisi tersebut tetap memberikan dorongan bagi saham sektor energi yang naik 1,3%.

Pada pukul 09.37 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 146,11 poin atau 0,29% menjadi 51.015,91. Indeks S&P 500 bertambah 50,54 poin atau 0,68% ke level 7.434,28. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 280,09 poin atau 1,09% menjadi 25.989,52.

Data Tenaga Kerja dan Inflasi Jadi Perhatian Investor

Pasar juga masih mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu. Data tersebut menunjukkan penciptaan lapangan kerja pada Mei jauh lebih kuat dari perkiraan.

Kondisi itu membuat pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun ini. Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pasar memperkirakan peluang sebesar 42% bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Fokus investor selanjutnya tertuju pada laporan inflasi konsumen Amerika Serikat untuk Mei yang akan dirilis pada Rabu. Data tersebut dinilai penting untuk mengukur sejauh mana kenaikan harga energi akibat konflik Iran-Israel memengaruhi inflasi.

Target S&P 500 Naik, Optimisme AI Tetap Kuat

Di tengah berbagai ketidakpastian, Citigroup menjadi lembaga keuangan terbaru yang menaikkan target akhir 2026 untuk indeks S&P 500 hingga menembus level 8.000.

Citigroup menilai ketahanan laba perusahaan serta pertumbuhan yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor utama yang mendukung prospek pasar saham Amerika Serikat.

Baca Juga: IHSG Terus-Menerus Anjlok, Support Kritis di 5.200–5.300 dan Risiko Turun ke 5.000

Optimisme terhadap AI memang menjadi salah satu pendorong utama reli Wall Street dalam beberapa waktu terakhir. Namun demikian, kekhawatiran mengenai dampak ekonomi dari konflik Iran-Israel masih membayangi sentimen investor.

Marvell dan Eli Lilly Jadi Sorotan

Di luar sektor teknologi utama, saham Marvell Technology melonjak hampir 10% setelah perusahaan chip tersebut dipastikan bergabung ke dalam indeks acuan S&P 500 sebelum perdagangan dimulai pada 22 Juni mendatang.

Saham Flex juga bergerak positif setelah produsen elektronik tersebut memperoleh tempat dalam indeks yang sama.

Sementara itu, saham Eli Lilly naik 2,3% setelah hasil uji klinis menunjukkan bahwa obat obesitas generasi terbarunya, retatrutide, tidak hanya membantu menurunkan berat badan tetapi juga mengurangi tingkat keparahan sleep apnea serta membantu meredakan nyeri lutut.

Secara keseluruhan, saham yang naik mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,76 banding 1 di Bursa Efek New York (NYSE) dan 1,97 banding 1 di Nasdaq.

Indeks S&P 500 mencatatkan lima saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan empat saham yang menyentuh level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatatkan 47 saham yang mencapai rekor tertinggi baru dan 57 saham yang menyentuh level terendah baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×