kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Ditutup Bervariasi Selasa (16/4), Imbal Hasil Treasury yang Lebih Tinggi


Rabu, 17 April 2024 / 05:36 WIB
Wall Street Ditutup Bervariasi Selasa (16/4), Imbal Hasil Treasury yang Lebih Tinggi
ILUSTRASI. Wall Street REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Wall Street ditutup bervariasi dalam perdagangan berombak hari Selasa (16/4), seiring kenaikan imbal hasil US Treasury. Investor mempertimbangkan kemungkinan jalur suku bunga dalam perekonomian Amerika Serikat (AS) yang tangguh dengan inflasi yang terus-menerus.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 63,86 poin atau 0,17% menjadi 37.798,97, S&P 500 kehilangan 10,41 poin atau 0,21% menjadi 5.051,41, dan Nasdaq Composite kehilangan 19,77 poin atau 0,12% menjadi 15.865,25.

S&P 500 dan Nasdaq turun hampir 4% dari rekor tertinggi yang dicapai bulan lalu.

Baca Juga: Wall Street Bergerak Tipis pada Selasa (16/4) Setelah Penurunan Tajam Sebelumnya

Dow Jones Industrial Average mendapat dorongan dari hasil kuartalan UnitedHealth Group yang lebih baik dari perkiraan.

Sektor real estat dan utilitas menjadi penghambat terbesar pada S&P 500. Sementara sektor teknologi memberikan dorongan terbesar.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, data inflasi baru-baru ini belum memberikan kepercayaan yang cukup kepada para pengambil kebijakan untuk segera melonggarkan kredit.

Bank sentral AS mungkin perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

“Orang-orang mencoba menyeimbangkan narasi dua sisi ini: pertumbuhan ekonomi AS, yang terlihat sangat bagus, dan pada saat yang sama gambaran inflasi dan suku bunga, yang pada akhirnya akan menjadi masalah bagi pasar ekuitas,” kata James St. Aubin, kepala investasi di Sierra Mutual Funds di California.

Sebuah laporan pada hari Senin menunjukkan, penjualan ritel tumbuh lebih dari yang diharapkan pada bulan Maret, sebuah tanda ketahanan ekonomi AS yang membantu mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun ke level tertinggi lima bulan pada hari Selasa.

Baca Juga: Indeks Nikkei Sentuh Level Terendah dalam Satu Bulan, Mengekor Pelemahan Wall Street

Saham Morgan Stanley naik 2,5% setelah laba kuartal pertamanya mengalahkan perkiraan karena bangkitnya kembali pendapatan dari perbankan investasi.

Saham Bank of America turun 3,5% setelah pemberi pinjaman tersebut membukukan laba kuartal pertama yang lebih rendah karena provisi kerugian pinjamannya meningkat.

Saham Johnson & Johnson tergelincir 2,1% karena pendapatan produsen obat tersebut meleset dari perkiraan analis setelah penjualan obat psoriasis blockbusternya, Stelara, jauh dari ekspektasi.

Saham Tesla tergelincir 2,7% sehari setelah jatuh lebih dari 5% di tengah berita bahwa perusahaan EV tersebut berencana memberhentikan lebih dari 10% tenaga kerja globalnya.

Saham-saham yang mengalami penurunan melebihi jumlah saham-saham yang naik dengan rasio 2,25 banding 1 di NYSE, yang memiliki 23 harga tertinggi baru dan 175 harga terendah baru.

Baca Juga: Asing Banyak Menadah Saham-Saham Ini Saat IHSG Tergelincir, Selasa (16/4)

Di Nasdaq, 1.451 saham naik dan 2.764 saham melemah karena jumlah saham yang menurun melebihi jumlah saham yang menguat dengan rasio 1,9 banding 1.

S&P 500 mencatat satu harga tertinggi baru dalam 52 minggu dan delapan harga terendah baru. Sedangkan Nasdaq mencatat 30 harga tertinggi baru dan 362 harga terendah baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×