kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.294   -26,58   -0,36%
  • KOMPAS100 1.142   -7,10   -0,62%
  • LQ45 920   -3,25   -0,35%
  • ISSI 218   -1,41   -0,64%
  • IDX30 460   -1,72   -0,37%
  • IDXHIDIV20 554   -0,98   -0,18%
  • IDX80 128   -0,53   -0,41%
  • IDXV30 130   0,41   0,32%
  • IDXQ30 155   -0,33   -0,21%

Wall Street Turun Imbas Kenaikan Yield US Treasury, Laporan Pendapatan Jadi Fokus


Senin, 05 Februari 2024 / 21:52 WIB
Wall Street Turun Imbas Kenaikan Yield US Treasury, Laporan Pendapatan Jadi Fokus
ILUSTRASI. Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (5/2), dipicu imbal hasil (yield) US Treasury yang naikREUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (5/2), dipicu imbal hasil (yield) US Treasury yang naik setelah Gubernur The Fed Jerome Powell menolak dengan tegas spekulasi pasar tentang penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara itu, investor menimbang laporan kinerja pendapatan dari perusahaan AS.

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 107,65 poin, atau 0,28% ke level 38.546,77. S&P 500 turun 1,42 poin, atau 0,03%, ke level 4,957.19, sedangkan Nasdaq Composite turun 14,96 poin, atau 0,10% ke level 15,613.99.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Minggu, Powell mengatakan diperlukan lebih banyak bukti untuk menunjukkan tren penurunan inflasi yang berkelanjutan guna menjamin penurunan suku bunga karena kekuatan perekonomian menjaga risiko resesi tetap terkendali.

Meskipun data terbaru mengisyaratkan ketahanan pasar tenaga kerja AS dalam menghadapi kondisi kredit yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir, memperkuat harapan akan terjadinya soft landing, ketidakpastian mengenai kapan biaya pinjaman akan diturunkan masih tetap ada.

Baca Juga: Wall Street Menguat, S&P 500 Melonjak ke Rekor Penutupan Tertinggi, Jumat (2/2)

Imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun melonjak ke level tertinggi dalam satu bulan, yaitu di level 4,4%.

“Investor khawatir meskipun perekonomian dalam kondisi baik dan kita tidak menuju resesi, namun (data ekonomi) terlalu kuat sehingga The Fed mungkin akan memangkas suku bunganya nanti dan melakukan lebih sedikit pemotongan secara keseluruhan,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research.

Secara terpisah, Pejabat Fed Minneapolis Neel Kashkari menulis bahwa perekonomian yang tangguh dapat berarti bahwa bank sentral akan butuh waktu untuk menurunkan suku bunga acuan.

Menurut CME FedWatch Tool, kini, para pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Mei sekitar 64%. Sedangkan peluang penurunan suku bunga pada Juni mencapai 95%.

Saham Caterpillar melonjak 4,7% dalam perdagangan pre market setelah laba kuartalan lebih tinggi, sementara saham Estee Lauder melonjak 17,4% karena pembuat lipstik MAC tersebut berencana memangkas sekitar 3% hingga 5% tenaga kerjanya, sekaligus memangkas perkiraan laba tahunannya.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Indeks Nasdaq Naik Ditopang Pendapatan Sektor Teknologi

Fokus investor juga tertuju pada laporan pendapatan dari emiten-emiten lama seperti Eli Lilly, Ford dan PepsiCo, yang dijadwalkan sepanjang minggu.

Pedagang juga akan menganalisis survei non-manufaktur Institute of Supply Management (ISM) bulan Januari untuk mengukur kesehatan perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×