Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Saham Morgan Stanley turun 2,6% setelah membatasi penarikan dana pada salah satu dana private credit miliknya, mengikuti langkah serupa yang sebelumnya diambil oleh Blackstone dan BlackRock. JPMorgan Chase juga dilaporkan menurunkan valuasi beberapa pinjaman kepada dana private credit.
Baca Juga: Sentimen Geopolitik Berpotensi Dorong Kenaikan Yield Obligasi Korporasi
Joe Saluzzi, Co-Head of Equity Trading di Themis Trading mengatakan, pelaku pasar perlu mencermati seberapa luas eksposur terhadap instrumen tersebut di sistem keuangan.
“Kita perlu melihat siapa saja yang memegang aset ini dan bagaimana penilaiannya dilakukan. Jika situasinya memburuk, dampaknya bisa cepat menyebar,” ujarnya.
Indeks volatilitas CBOE atau yang dikenal sebagai “fear gauge” Wall Street naik 1,63 poin menjadi 25,86. Sementara itu, kontrak berjangka untuk indeks saham berkapitalisasi kecil Russell turun 1,4%.
Pasar global sepanjang bulan ini bergejolak akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang mengganggu pasokan minyak dan gas. Kondisi ini mempersulit rencana bank sentral global untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Goldman Sachs kini memundurkan perkiraan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS ke bulan September, dari sebelumnya diperkirakan terjadi pada Juni.
Kontrak berjangka pasar uang juga menunjukkan pelaku pasar kini hanya memperkirakan satu kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.
Baca Juga: Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing Saat IHSG Kembali Terkoreksi, Kamis (12/3)
Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) bahkan menyebut dunia tengah menghadapi gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Pasokan global diperkirakan turun hingga 8 juta barel per hari pada Maret.
Di sisi lain, pemerintah AS juga meluncurkan dua investigasi perdagangan baru terkait kelebihan kapasitas industri di 16 negara mitra dagang utama serta dugaan praktik kerja paksa.
Langkah ini diambil setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar program tarif Presiden Donald Trump bulan lalu.
Dari sisi korporasi, saham Bumble melonjak 24% setelah operator aplikasi kencan tersebut melaporkan pendapatan kuartal IV yang melampaui ekspektasi analis.
Sebaliknya, saham Dollar General anjlok 5% setelah perusahaan ritel diskon itu memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahunan di bawah perkiraan pasar.
Sementara itu, data ekonomi menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mingguan di Amerika Serikat menurun pada pekan lalu.
Data ini sedikit meredakan kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja setelah laporan ketenagakerjaan Februari menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan secara tak terduga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













