kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Laba Superior Prima (BLES) Meroket 4.240% di Kuartal I-2026, Ini Faktor Pendorongnya


Sabtu, 02 Mei 2026 / 12:35 WIB
Laba Superior Prima (BLES) Meroket 4.240% di Kuartal I-2026, Ini Faktor Pendorongnya
ILUSTRASI. kinerja Superior Prima Sukses (BLES) meroket di kuartal I-2026


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) meraih laba bersih sebesar Rp 46,88 miliar pada kuartal I-2026. Keuntungan emiten produsen bata ringan milik SPS Corporate ini meroket 4.240,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year on year (YoY).

Sebagai perbandingan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan BLES hanya sebesar Rp 1,08 miliar pada kuartal I-2025. Merujuk laporan keuangan yang terbit di Bursa Efek Indonesia, penjualan bersih BLES tumbuh 6,41% YoY dari Rp 314,20 miliar menjadi Rp 334,35 miliar sampai dengan Maret 2026.

Pada saat yang sama, BLES berhasil memangkas beban pokok penjualan sebanyak 13,92% YoY dari Rp 250,48 miliar menjadi Rp 215,60 miliar. Hasil ini mendongkrak perolehan laba bruto BLES sebesar 86,36% YoY menjadi Rp 118,75 miliar, dari sebelumnya berada di posisi Rp 63,72 miliar.

Baca Juga: Emiten LQ45 Ini Bagi Dividen Rp 1,62 Triliun, Cek Jadwal Pembayarannya

Selain itu, BLES pun mampu memangkas beban usaha sebesar 11,85% YoY menjadi Rp 51,23 miliar. Dengan hasil tersebut, laba usaha BLES melonjak 1.105,53% YoY dari Rp 5,60 miliar menjadi Rp 67,51 miliar hingga Maret 2026.

Setelah dijumlah dengan beban lain-lain serta beban pajak penghasilan, BLES membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 46,93 miliar pada kuartal I-2026. Melejit 4.205,50% dibandingkan raihan Rp 1,09 miliar pada kuartal I-2025 lalu.

Direktur Keuangan Superior Prima Sukses, Andrew mengungkapkan bahwa lonjakan laba bersih BLES ini menandai awal fase pertumbuhan yang lebih agresif pada tahun 2026.

Pertumbuhan pendapatan BLES pada kuartal I-2026 didorong oleh peningkatan volume penjualan seiring bertambahnya kapasitas produksi, serta kondisi pasar yang semakin kondusif.

Andrew juga menyoroti kebijakan pemerintah yang lebih stabil, yang turut memberikan ruang bagi penyesuaian harga jual produk sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan yang lebih solid.

Sementara terkait lonjakan laba, Andrew menjelaskan bahwa performa positif ini mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi, khususnya dalam pengelolaan bahan baku yang berdampak langsung pada penurunan biaya pokok penjualan (HPP).

 

Andrew menegaskan, efisiensi tersebut merupakan hasil dari inisiatif Research and Development (R&D) yang dijalankan sejak kuartal III dan IV 2025. Inisiatif tersebut kini mulai memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan margin keuntungan di awal 2026.

“Kuartal I-2026 menjadi momentum penting bagi BLES. Kami melihat hasil nyata dari berbagai inisiatif efisiensi dan penguatan operasional yang telah dijalankan sebelumnya. Lonjakan laba ini menunjukkan bahwa strategi yang kami terapkan berada pada jalur yang tepat,” kata Andrew melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (2/5/2026).

Andrew melanjutkan, sepanjang tahun 2025 BLES membukukan pendapatan senilai Rp 1,56 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 83,76 miliar. Andrew menyatakan bahwa tahun lalu menjadi fase transisi, yang mana fondasi profitabilitas mulai terbentuk melalui berbagai langkah efisiensi dan optimalisasi operasional.

Dampaknya mulai terealisasi lebih optimal pada awal 2026. Manajemen BLES menilai kuartal I-2026 sebagai awal dari fase pertumbuhan yang lebih cepat.

Dengan kapasitas produksi yang telah mencapai sekitar 5,6 juta m³ per tahun, serta mulai beroperasinya pabrik ke-5 di Banjarnegara, BLES berada pada posisi yang semakin kuat untuk meningkatkan output sekaligus efisiensi distribusi.

“Dengan kapasitas yang semakin besar dan efisiensi yang terus meningkat, kami optimistis kinerja sepanjang 2026 akan terus bertumbuh. Permintaan pasar bahan bangunan yang tetap kuat menjadi peluang bagi Perseroan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” tambah Andrew.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Vale (INCO) yang Cetak Kinerja Cemerlang di Kuartal I-2026

Ke depan, BLES memandang prospek industri bahan bangunan masih menjanjikan, didukung oleh permintaan yang stabil, ekspansi kapasitas, serta peningkatan efisiensi operasional. Manajemen BLES meyakini kombinasi faktor tersebut akan memperkuat posisi dalam menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba secara konsisten, sekaligus meningkatkan daya tarik bagi para investor.

Merujuk pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, strategi bisnis BLES pada tahun ini akan didorong oleh alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar. Produsen bata ringan dengan merek Blesscon dan Superior Block ini akan mengalokasikan capex untuk tiga keperluan utama.

Pertama, penambahan jumlah armada. Andrew mengungkapkan bahwa BLES berencana melakukan pembelian 50 unit truk untuk mendukung optimalisasi jaringan distribusi. Secara keseluruhan, BLES memiliki armada sebanyak 667 unit.

Kedua, BLES akan menggunakan anggaran capex tahun ini untuk investasi efisiensi energi dengan menambah instalasi solar panel. Ketiga, BLES akan mengucurkan capex untuk regenerasi mesin atau komponen alat yang sudah tua dan sering terkendala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×