kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Wall Street Dibuka Menguat Jumat (10/4), Data Inflasi Sesuai Ekspektasi


Jumat, 10 April 2026 / 21:08 WIB
Wall Street Dibuka Menguat Jumat (10/4), Data Inflasi Sesuai Ekspektasi
ILUSTRASI. Wall Street (REUTERS/Carlo Allegri)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Jumat (10/4/2026), didorong oleh data inflasi Maret yang sesuai dengan ekspektasi pasar, meski tekanan dari konflik Iran masih membayangi sentimen investor.

Melansir Reuters, indeks S&P 500 naik 14,6 poin atau 0,21% ke level 6.839,24 saat pembukaan. Sementara Nasdaq Composite menguat 91,5 poin atau 0,40% ke 22.913,91. Adapun Dow Jones Industrial Average hanya naik tipis 13,6 poin atau 0,03% ke 48.199,39.

Baca Juga: Literasi Kripto Diperluas, Industri Dorong Standarisasi Peran Influencer

Kenaikan ini terjadi setelah laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 3,3% secara tahunan pada Maret, sejalan dengan proyeksi ekonom yang disurvei Reuters.

Sementara inflasi inti (core CPI), yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, tercatat sebesar 2,6%, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 2,7%.

Meski inflasi relatif terkendali, pelaku pasar masih mencermati dampak konflik di Timur Tengah, khususnya perang Iran, terhadap stabilitas harga energi dan ekonomi global.

Data LSEG menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, pasar sempat mengantisipasi dua kali pemangkasan suku bunga sebelum konflik memanas.

Baca Juga: Saham di Papan Pengembangan Jadi Perhatian Investor, Awas Ada Risiko Mengintai

Analis investasi AS di eToro Bret Kenwell menilai, inflasi masih cenderung “lengket” (sticky), terutama jika lonjakan harga energi tidak bersifat sementara.

“Pesannya jelas: inflasi masih bertahan tinggi, dengan asumsi optimistis bahwa lonjakan energi hanya bersifat sementara, bukan perubahan struktural,” ujarnya.

Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, juga menyebut bahwa guncangan harga minyak akibat konflik Iran berpotensi memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan inflasi ke target 2% bank sentral.

Di sisi lain, pengumuman gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran sempat mendorong reli pasar saham.

S&P 500 bahkan berada di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak November, sementara Dow Jones berpotensi mencatat kinerja terbaik sejak Juni.

Namun, gencatan senjata tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda rapuh menjelang perundingan perdana yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (11/4).

Baca Juga: Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Siap Bagi Dividen Final Rp 100 Per Saham, Ini Jadwalnya

Sentimen pasar sempat membaik setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan akan membuka pembicaraan langsung dengan Lebanon. Pernyataan ini membantu Wall Street ditutup menguat pada sesi sebelumnya.

Meski demikian, AS dan Iran saling menuduh adanya pelanggaran gencatan senjata, menegaskan bahwa stabilitas kawasan masih jauh dari pasti.

Penutupan Selat Hormuz juga membuat pasar sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik terbaru.

Kepala riset pasar AJ Bell, Dan Coatsworth, memperingatkan bahwa investor kemungkinan akan menghadapi akhir pekan yang penuh ketidakpastian.

“Investor bisa menghadapi akhir pekan yang penuh kecemasan sambil menunggu sinyal apakah jalur menuju perdamaian jangka panjang benar-benar terbuka,” ujarnya.

Sebagai tambahan, pasar juga menantikan rilis awal survei sentimen konsumen April dari University of Michigan yang dijadwalkan keluar setelah pembukaan perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×