kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Saham di Papan Pengembangan Jadi Perhatian Investor, Awas Ada Risiko Mengintai


Jumat, 10 April 2026 / 19:51 WIB
Saham di Papan Pengembangan Jadi Perhatian Investor, Awas Ada Risiko Mengintai
ILUSTRASI. Sejumlah saham yang tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia kerap menjadi salah satu sorotan investor. ?(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham yang tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia kerap menjadi salah satu sorotan investor. Pasalnya, saham emiten-emiten dalam indeks tersebut telah naik signifikan sejak awal tahun.

Salah satu pendatang baru di indeks ini, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/4/2026).

Pada perdagangan perdana, saham WBSA naik 34,52% ke posisi harga Rp 226 per saham. Kenaikan itu bertahan hingga akhir perdagangan hari ini.

Selain itu, terdapat beberapa saham di papan pengembangan dengan riwayat kenaikan yang cukup tinggi, seperti PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang memimpin kenaikan dengan tren penguatan 222,95% secara year to date (ytd). 

Baca Juga: Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Siap Bagi Dividen Final Rp 100 Per Saham, Ini Jadwalnya

Diikuti PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) juga mengalami lonjakan masing-masing 211,4% ytd, 204,23% ytd, dan 201,74% ytd.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai bahwa saham-saham di papan pengembangan dengan histori kenaikan tinggi lebih cocok dikategorikan sebagai instrumen trading tinggi, bukan untuk investasi jangka panjang (core holding).

Menurutnya, pola kenaikan yang cepat umumnya dipengaruhi oleh likuiditas yang terbatas, free float kecil, serta sentimen jangka pendek. Hal ini membuat risiko koreksi tajam juga menjadi lebih besar.

“Papan pengembangan bisa menjadi inkubator emiten yang ke depan naik kelas, tapi probabilitasnya tidak besar. Hanya sedikit perusahaan yang benar-benar berhasil membuktikan,” kata Rully kepada Kontan, Jumat (10/04/2026).

Ia juga menyoroti bahwa pergerakan harga di papan pengembangan sering kali lebih dipengaruhi oleh aktivitas ‘pompom’ di media sosial atau komunitas, dibandingkan oleh perubahan fundamental perusahaan itu sendiri.

Bagi investor ritel yang ingin mencari saham small cap yang lebih berkualitas, disarankan untuk fokus pada perusahaan dengan model bisnis yang jelas, laporan keuangan yang menunjukkan pertumbuhan laba, arus kas operasional yang positif, struktur permodalan yang sehat, tingkat utang yang terkendali, serta tata kelola perusahaan yang baik.

Baca Juga: Komisaris Vale Indonesia (INCO) Ajukan Pengunduran Diri

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai saham-saham di papan pengembangan pada dasarnya memiliki prospek karena berfungsi sebagai inkubator bagi emiten yang berpotensi naik kelas ke papan utama.

Meski demikian, dalam praktiknya hanya sebagian kecil perusahaan yang mampu tumbuh konsisten dan memperbaiki fundamentalnya. 

“Banyak emiten masih berada pada tahap awal dengan skala bisnis yang relatif kecil. Artinya peluang tetap ada, tetapi risikonya juga tinggi sehingga perlu seleksi yang ketat,” ujar Elandry.

Ia menambahkan, papan pengembangan memang cenderung lebih rentan terhadap aktivitas pompom atau permainan harga. Hal ini disebabkan oleh likuiditas yang terbatas serta struktur kepemilikan yang terkonsentrasi.

Namun, tidak semua saham di papan ini bersifat spekulatif. Ada pula emiten yang mengalami kenaikan harga seiring dengan pertumbuhan kinerja yang nyata. 

Baca Juga: Arwana Citramulia (ARNA) Bakal Tebar Dividen Rp 45 per Saham, Simak Jadwalnya

Karena itu, menurutnya, kunci utama bagi investor adalah mampu membedakan antara saham yang bergerak karena sentimen jangka pendek dengan saham yang didukung oleh pertumbuhan bisnis dan laba yang berkelanjutan.

Terkait pemilihan saham dan target harga, Elandry menekankan bahwa pendekatannya tidak bisa disamakan dengan saham berkapitalisasi besar. Analisis teknikal pun cenderung lebih menantang untuk diterapkan. 

Oleh karena itu, ia menyarankan investor untuk fokus pada saham yang masih berada di fase awal siklus, seperti yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan (turnaround) atau pertumbuhan pendapatan yang konsisten, serta belum mengalami kenaikan yang terlalu tajam.

Dalam menentukan target harga, pendekatan yang lebih relevan adalah menggunakan trading range atau mengikuti tren dengan disiplin menerapkan trailing stop, mengingat volatilitasnya yang tinggi.

“Strateginya bukan mengejar saham yang sudah melesat tinggi, melainkan mencari saham yang baru mulai bergerak dengan dukungan fundamental yang membaik. Hal ini juga penting menjadi pertimbangan saat membeli saham IPO di segmen ini,” jelas Elandry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×