kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Literasi Kripto Diperluas, Industri Dorong Standarisasi Peran Influencer


Jumat, 10 April 2026 / 20:49 WIB
Literasi Kripto Diperluas, Industri Dorong Standarisasi Peran Influencer
ABI bersama OJK menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 (Indodax/dok)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 sepanjang April–Mei.

Memasuki tahun keempat, program ini diperluas dengan menyasar lebih banyak segmen, mulai dari masyarakat umum, akademisi, hingga pelaku industri dan aparat penegak hukum.

Dari sisi bisnis, agenda ini mencerminkan upaya industri kripto memperkuat fondasi pasar melalui peningkatan literasi.

Edukasi dinilai menjadi kunci untuk memperluas basis pengguna sekaligus menjaga kepercayaan terhadap ekosistem aset digital yang masih berkembang.

Baca Juga: Tokocrypto Dukung Regulasi Influencer Kripto OJK, Ini Alasannya

BLK 2026 mengangkat tema integrasi inovasi blockchain dan kripto untuk mendorong transformasi ekosistem digital yang inklusif.

Fokusnya tidak hanya pada adopsi teknologi, tetapi juga kolaborasi lintas sektor guna memastikan pertumbuhan industri berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

Salah satu isu yang mengemuka adalah peran influencer dan konten kreator dalam ekosistem kripto. Seiring meningkatnya konsumsi informasi digital, kanal seperti media sosial menjadi sarana utama distribusi informasi sekaligus pemasaran.

Di sisi lain, aktivitas ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi para kreator.

CEO Indodax, William Sutanto, menilai peran influencer tidak terpisahkan dari pertumbuhan industri, namun perlu diikuti dengan aturan yang jelas. 

Baca Juga: Status Syariah Aset Kripto di Indonesia Masih Dibahas, Begini Tanggapan Tokocrypto

Ia menyebut aktivitas para kreator tidak hanya sebatas penyebaran informasi, tetapi juga telah menjadi bagian dari rantai bisnis, mulai dari promosi hingga edukasi pasar.

Menurutnya, karakter industri kripto yang kompleks membuat peran pihak yang mampu menyederhanakan informasi menjadi penting. Tanpa edukasi yang memadai, risiko kesalahan persepsi di masyarakat dinilai cukup besar dan dapat menghambat perkembangan pasar.

Namun demikian, ia juga menyoroti meningkatnya risiko dari akun anonim yang berpotensi menyebarkan misinformasi hingga melakukan kampanye negatif. Kondisi ini dinilai dapat merugikan pelaku usaha sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap industri.

“Diperlukan pengaturan dan pengawasan yang lebih ketat agar ekosistem kripto tetap sehat dan berintegritas,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (10/4/2026).

Pelibatan influencer dalam BLK 2026 menjadi salah satu langkah untuk mengarahkan peran tersebut agar lebih terstruktur. Industri mendorong adanya batasan yang jelas, sehingga aktivitas edukasi dan promosi tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat.

Baca Juga: OJK dan IAI Sepakati Pelaporan Keuangan Aset Kripto Sesuai SAK Indonesia

Selain itu, rangkaian BLK 2026 juga diisi dengan diskusi dan workshop di berbagai kota yang melibatkan komunitas, akademisi, pengembang teknologi, hingga regulator.

Pendekatan ini diarahkan untuk memperluas pemahaman sekaligus memperkuat ekosistem dari sisi hulu hingga hilir.

Secara keseluruhan, penguatan literasi dipandang sebagai strategi jangka panjang industri kripto untuk memperluas pasar, mengurangi risiko misinformasi, serta meningkatkan kredibilitas di tengah pengawasan yang semakin ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×