Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada hari ini, Kamis (11/6/2026).
Mereka adalah PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA).
Dalam rapat tersebut, SMRA mendapatkan persetujuan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp 82,54 miliar dari buku tahun 2025.
Head of Investor Relations SMRA James Wahyudi mengatakan, besaran total dividen tersebut setara dengan Rp 5 per lembar saham SMRA.
Baca Juga: Rupiah dalam Tren Melemah, Simak Rekomendasi Saham Sektor Konsumer
“Sebesar Rp 82.542.841.790 dibagikan sebagai dividen tunai atau sebesar Rp 5 per saham,” katanya dalam paparan publik SMRA, Kamis (11/6/2026).
Sementara, RUPST 2025 PWON menyetujui pembagian dividen Rp13 saham atau setara Rp 626 miliar dari buku tahun 2025.
“Jumlah ini setara dengan 26,7% dari Rp 2,35 triliun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk,” kata Minarto Basuki selaku Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PWON.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat, kinerja emiten-emiten tersebut masih menarik untuk dicermati mengingat masih ada sejumlah aksi korporasi yang masih menjadi katalis kinerja.
Misalnya, untuk BUVA, ada aksi korporasi akuisisi aset di Bali yang bisa memperkuat portofolio sektor hospitality dan landbank secara jangka panjang.
Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Hari Ini Saat Bursa Masih Banyak Tekanan
“BUVA juga menggelar rights issue untuk pendanaan akuisisi aset di Bali, yang meskipun berisiko tetapi bisa memperkuat portofolio,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).
Secara fundamental, SMRA masih punya raihan pendapatan prapenjualan alias marketing sales dan recurring income yang kuat saat ini.
Sayangnya, suku bunga tinggi menjadi tantangan lantaran bisa mengurangi permintaan KPR.
PWON juga masih punya recurring income dari mall, hotel, dan perkantoran. Sentimen penggerak kinerjanya ke depan terkait trafik pengunjung mall, konsumsi domestik, okupansi hotel, serta ekspansi aset komersial.
Kinerja SRAJ ke depan didorong oleh utilisasi rumah sakit, ekspansi kapasitas rumah sakit, dan efisiensi operasional. Sementara, kinerja MORA akan terdorong oleh adanya pertumbuhan trafik data, ekspansi fiber dan backbone, serta kebutuhan enterprises dan data center.
Baca Juga: Sentimen Negatif Dalam Negeri Terus Menaungi Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
“Untuk BUKA, beban operasional masih memberatkan kinerjanya saat ini,” katanya. Nafan pun merekomendasikan beli untuk SMRA dengan target harga Rp 318 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













