CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

TOWR dan AKRA bakal mengguyur dividen, begini rekomendasi analis


Minggu, 10 Mei 2020 / 12:05 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tendi Mahadi

Sepanjang 2019, Sarana Menara Nusantara membukukan pendapatan Rp 6,45 triliun pada 2019. Jumlah ini naik 10% dari pendapatan TOWR 2018 yang sebesar Rp 5,87 triliun.

Sementara untuk AKRA, bisnis perseroan ini masih menghadapi tantangan dari sisi harga minyak yang turun. Menurutnya, hal ini dapat berdampak kepada bisnis AKRA sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang distribusi minyak serta penjualan minyak.

Baca Juga: Saham-saham ini masih jadi buruan asing sepekan kemarin

"Sehingga penurunan harga minyak dan efek dari virus corona yang menyebabkan mobilitas kendaraan berkurang juga berpengaruh pada AKRA," ujarnya ketika dihubungi Kontan.co.id, Sabtu (9/5).

Meski demikian, ia menambahkan, pengembangan bisnis AKRA sekarang ini dapat menyumbang perolehan pendapatan pada kinerja tahun depan.

Lebih lanjut, Chris menuturkan, apabila kedua emiten ini berhasil meningkatkan kinerja pada tahun ini, maka kemungkinan pada tahun depan bakal membagikan dividen dengan porsi yang lebih besar lagi.

Baca Juga: Ada net sell Rp 1,65 triliun, simak lagi saham-saham yang dilepas asing di pekan lalu

Untuk investor yang ingin memburu dividen dari emiten ini, Chris merekomendasikan pelaku pasar untuk buy saham TOWR dengan target harga 1.000 dan buy saham AKRA dengan target 2.600.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×