CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

TINS targetkan produksi 30 ribu ton di 2014


Selasa, 03 Desember 2013 / 18:48 WIB
ILUSTRASI. Mantan Dirut PT Krakatau Steel Tbk, Fazwar Bujang (Tengah) jadi tersangka proyek blast furnace


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. PT Timah Tbk (TINS) memproyeksikan tahun depan bisa memproduksi sekitar 25.000 ton hingga 30.000 ton timah. Sebagai perbandingan, hingga akhir 2013, volume produksi BUMN tambang ini diperkirakan sekitar 26.000 ton.

Target moderat itu dibuat menyusul masih belum stabilnya kondisi pasar komoditas, termasuk timah. Selain itu juga masih ada penyesuaian terkait aturan baru mengenai jual beli timah. 

Sekadar mengingatkan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permedag) No 32/2013 tentang perubahan kedua Permedag Nomor 78/2012 berlaku efektif sejak akhir Agustus 2013 kemarin mewajibkan ekspor timah batangan harus dilakukan melalui Bursa Komoditi dan Derivatif Berjangka (BKDI). Akibatnya, penjual dan pembeli harus menjadi anggota BKDI jika ingin melakukan transaksi.

Saat ini, anggota timah BKDI masih sedikit. Sehingga, perusahaan tidak bisa jor-joran menjual produknya. Namun, di saat yang sama, hal tersebut membuat harga timah melonjak. Direktur Utama Timah (Persero)Tbk Sukrisno memproyeksikan, setahun ke depan, harga timah ada di kisaran US$ 24.000 per ton hingga US$ 25.000 per ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×