kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Hartadinata Abadi (HRTA) Bakal Tebar Dividen Tunai Rp 40 per Saham


Rabu, 03 Juni 2026 / 16:22 WIB
Hartadinata Abadi (HRTA) Bakal Tebar Dividen Tunai Rp 40 per Saham
ILUSTRASI. Hartadinata Abadi (HRTA) Perkenalkan Dua Produk Emas Tematik (DOK/HRTA)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan nominal Rp 40 per saham. Hal ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung Rabu (3/6).

Dengan asumsi harga saham HRTA pada perdagangan intraday Rabu (3/6) di level Rp 2.310 per saham, maka yield dividen emiten manufaktur emas dan perhiasan ini ada di level 1,73%. Rasio dividen payout HRTA untuk tahun buku 2025 ada di kisaran 18,83%.

Baca Juga: IHSG Ambruk 4,11% ke 5.941, Top Losers LQ45: AMMN, MDKA, DEWA, Rabu (3/6)

"Nominal dividen ini meningkat 90% dibandingkan tahun lalu yaitu Rp 21 per saham," ujar Ong Deny, Direktur Hartadinata Abadi dalam paparan publik, Rabu (3/6).

Sebagai informasi, HRTA mencatat kinerja mentereng pada tiga bulan pertama 2026. Pendapatan HRTA pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp 20,16 triliun atau tumbuh 196,96% year on year (yoy) dibandingkan Rp 6,78 triliun pada kuartal-I 2025. 

Laba bersih HRTA turut meningkat signifikan sebesar 189,48% yoy menjadi Rp 433,49 miliar pada kuartal-I 2026, dari Rp 149,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% secara tahunan menjadi 7,83 ton, sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01% secara tahunan menjadi Rp 2.567.213 per gram. 

Dari segi segmen bisnis, penjualan HRTA masih didominasi oleh segmen grosir dengan kontribusi sebesar 90,60% terhadap total pendapatan, termasuk kontribusi dari segmen insititusi keuangan bullion bank dan beberapa perbankan syariah, diikuti oleh segmen ritel sebesar 9,13% dan gadai sebesar 0,26%.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup ke Rp 17.967 per Dolar Rabu (3/6), Rekor Terlemah Sepanjang Masa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×