kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Risk Off Global dan Anjloknya IHSG Tekan Rupiah ke Rp 17.967 per Dolar AS


Rabu, 03 Juni 2026 / 16:43 WIB
Risk Off Global dan Anjloknya IHSG Tekan Rupiah ke Rp 17.967 per Dolar AS
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (AFP/BAY ISMOYO)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Hingga penutupan perdagangan Rabu (3/6), nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 17.967 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah Rp 127,5 atau 0,71% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya di Rp 17.839 per dolar AS. Level tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah tidak hanya dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah global, tetapi juga oleh memburuknya sentimen risiko di pasar keuangan.

Baca Juga: Harum Energy (HRUM) Siapkan Capex US$ 310 Juta, Mayoritas untuk Ekspansi Bisnis Nikel

Menurut dia, meningkatnya sikap risk off investor di pasar ekuitas global turut memberikan tekanan terhadap aset-aset berisiko, termasuk rupiah. Kondisi tersebut diperparah oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar domestik.

Hal ini sejalan dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Pada perdagangan hari kedua bulan Juni 2026, IHSG melorot 4,11% atau terpangkas 254 poin ke level 5.941,06 pada penutupan perdagangan Rabu (3/6).

Lebih lanjut Lukman bilang kenaikan harga minyak dinilai menjadi perhatian utama pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, khususnya bagi negara-negara importir energi seperti Indonesia. Di saat yang sama, ketidakpastian geopolitik membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS.

Untuk perdagangan Kamis (4/6), Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan sangat dipengaruhi sentimen eksternal. “Tidak ada data ekonomi dari domestik. Dari luar, malam ini investor menantikan data ISM Service AS,” terang Lukman kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).

Rilis data ISM Services ini dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi sektor jasa dan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Selain data ekonomi AS, perkembangan konflik di Timur Tengah dan sentimen di pasar saham global juga akan menjadi faktor yang menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Lukman pun memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.100 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6).

Baca Juga: IHSG Ambruk 4,11% ke 5.941, Top Losers LQ45: AMMN, MDKA, DEWA, Rabu (3/6)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×