kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tersulut Harga Komoditas, Ini Tips Berinvestasi di Saham Berbasis Energi


Minggu, 24 September 2023 / 14:47 WIB
Tersulut Harga Komoditas, Ini Tips Berinvestasi di Saham Berbasis Energi
ILUSTRASI. Karyawan memotret layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2/2023). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/YU


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat melesu di sepanjang tahun ini, saham-saham berbasis komoditas, khususnya komoditas energi kembali bergairah. Ini tercermin dari pelemahan indeks sektor energi (IDX ENERGY) yang semakin menipis dibandingkan indeks sektoral lain.

Per Jumat (22/9), indeks yang berisikan saham-saham komoditas energi ini hanya melemah 5,24% sejak awal tahun. Nasib IDX ENERGY kini lebih baik dari IDX HEALTHCARE yang melemah 7,43% dan IDX TECHNOLOGY yang anjlok 16,09% secara year-to-date (YtD).

Sejumlah saham komoditas juga mulai menghijau dalam sebulan, sebut saja PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO),  PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).

Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi Agung Ramadoni menilai, penguatan saham-saham berbasis komoditas beberapa waktu terakhir sejalan dengan menguatnya harga komoditas.  Sebut saja harga batubara yang naik sekitar 12% dan harga minyak mentah yang naik 18% dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

Baca Juga: Kinerja Emiten BUMN Diramal Tertopang Sentimen Pemilu, Simak Rekomendasi Sahamnya

Agung memperkirakan, penguatan saham-saham berbasis komoditas tersebut masih akan berlanjut dalam jangka menengah dengan menimbang sejumlah faktor. Pertama, ekspektasi akan inflasi yang akan mulai kembali meningkat ke depannya.

Kedua, masih terjadi excess demand terutama pada pasar minyak mentah. Ketiga, permintaan batubara dari China yang meningkat karena harga batubara lokal yang naik tajam, dibarengi dengan musim dingin  yang semakin mendekat.

Hanya saja, Agung  menilai potensi komoditas untuk dapat kembali ke level tertingginya cukup kecil. Sehingga, dia mengimbau investor untuk mewaspadai akan adanya konsolidasi dari harga komoditas dalam jangka pendek ini.

Terhadap saham-saham komoditas, Agung menyarankan investor dapat mengambil posisi pada saat adanya koreksi jangka pendek atau melakukan buy on weakness.

Baca Juga: Harga Saham Sektor Energi Tersengat Kenaikan Harga Komoditas, Cek Rekomendasi Analis

Dia merekomendasikan pada saham-saham berbasis komoditas fosil seperti MEDC, ELSA, ADRO, dan ITMG. 

“Tetapi juga tidak ketinggalan saham-saham yang memiliki bisnis pada renewable energy seperti  PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT),” kata Agung. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×