kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.860   17,00   0,10%
  • IDX 8.199   -66,45   -0,80%
  • KOMPAS100 1.155   -13,03   -1,12%
  • LQ45 828   -11,69   -1,39%
  • ISSI 294   -1,94   -0,65%
  • IDX30 431   -4,60   -1,05%
  • IDXHIDIV20 515   -6,39   -1,23%
  • IDX80 129   -1,50   -1,15%
  • IDXV30 142   -0,74   -0,51%
  • IDXQ30 139   -2,08   -1,47%

Latinusa (NIKL) Berbalik Cetak Laba pada 2025, Meski Penjualan Susut 10,21%


Rabu, 11 Februari 2026 / 09:40 WIB
Latinusa (NIKL) Berbalik Cetak Laba pada 2025, Meski Penjualan Susut 10,21%
ILUSTRASI. NULL (KONTAN/Achmad Fauzie)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) membalik rugi menjadi laba pada tahun 2025. Emiten produsen tinplate yang dikenal dengan nama Latinusa ini membukukan laba tahun berjalan senilai US$ 973.386 sepanjang tahun lalu.

Hasil itu lebih baik dibandingkan rugi tahun berjalan senilai US$ 18.852 pada tahun buku 2024. NIKL membalikkan rugi menjadi laba justru ketika penjualan sedang tertekan. Sepanjang tahun lalu, NIKL mengantongi penjualan senilai US$ 139,82 juta.

Penjualan NIKL menyusut 10,21% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan capaian US$ 155,72 juta pada tahun 2024. Merujuk laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (10/2/2026), pendapatan NIKL didominasi oleh penjualan ke pasar lokal sebesar US$ 139,25 juta pada 2025.

Baca Juga: Harga Aluminium, Timah, dan Nikel Kompak Menguat, Pasokan Jadi Faktor Penentu

Sedangkan penjualan ekspor tercatat sebesar US$ 571.616. Pasar ekspor NIKL menyasar India dan Malaysia. Adapun, penjualan lokal dan ekspor NIKL kompak merosot, masing-masing mengalami penurunan 9,81% (yoy) dan 56,78% (yoy).

Sementara itu, beban pokok penjualan NIKL turun 9,99% (yoy) dari US$ 146,33 juta menjadi US$ 131,71 juta pada 2025. Hasil ini membuat perolehan laba bruto NIKL merosot 13,73% (yoy) dari US$ 9,39 juta menjadi US$ 8,10 juta.

Meski begitu, NIKL berhasil memangkas sejumlah pos beban usaha. Beban penjualan dan distribusi turun 22,12% (yoy) menjadi US$ 2,71 juta. Beban administrasi susut 8,36% (yoy) jadi US$ 2,52 juta. Biaya keuangan turun 25,86% (yoy) menjadi US$ 2,58 juta.

 

Pada saat yang sama, rugi selisih kurs NIKL menurun secara tahunan dari sebelumnya US$ 1,54 juta menjadi US$ 558.954. Hasil ini turut mendongkrak perolehan laba sebelum pajak penghasilan NIKL dari US$ 308.707 pada 2024 menjadi US$ 1,42 juta pada tahun 2025.

Sampai dengan 31 Desember 2025, NIKL memiliki aset sejumlah US$ 120,26 juta. Jumlah liabilitas NIKL tercatat sebesar US$ 63,38 juta, dengan ekuitas senilai US$ 56,87 juta. Sedangkan posisi kas dan setara kas akhir tahun NIKL tercatat senilai US$ 7,06 juta.

Selanjutnya: Baht Thailand dan Rupiah Menguat di Tengah Pergerakan Tipis Mata Uang Asia

Menarik Dibaca: IHSG Lanjut Menguat, Dibuka Naik 0,6% pada Rabu Pagi (11/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×