kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.929   16,00   0,09%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pefindo Sematkan Peringkat idA+ untuk Rukun Raharja (RAJA), Prospek Stabil


Rabu, 11 Februari 2026 / 10:57 WIB
Pefindo Sematkan Peringkat idA+ untuk Rukun Raharja (RAJA), Prospek Stabil
ILUSTRASI. Rukun Raharja (RAJA) raih peringkat idA+ dari Pefindo. Analis sebut ada potensi profitabilitas lebih stabil


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA+ untuk PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). 

“Pefindo memberikan peringkat idA+ dengan prospek stabil untuk PT Rukun Raharja Tbk (RAJA),” ujar Faizun Muhtada & Martin Pandiangan, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026). 

Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar RAJA yang kuat, skema kontrak yang terjamin, dan profil keuangan yang kuat. Peringkat dibatasi oleh paparan risiko fluktuasi harga komoditas serta risiko profil pelanggan yang terkonsentrasi. 

Peringkat dapat dinaikkan jika RAJA memperkuat bisnis antra stream, terutama di bisnis midstream dan downstream yang memberikan manfaat kepemimpinan biaya sehingga menghasilkan profitabilitas yang lebih stabil. Kondisi ini harus disertai dengan kemampuan perusahaan dalam menjaga profil keuangan yang kuat.

Baca Juga: Latinusa (NIKL) Berbalik Cetak Laba pada 2025, Meski Penjualan Susut 10,21%

“Kami dapat menurunkan peringkat jika RAJA menambah utang yang jauh lebih besar dari yang diproyeksikan sehingga melemahkan struktur permodalan dan perlindungan arus kas secara signifikan, tanpa dikompensasi oleh kinerja bisnis yang lebih kuat,” ucap Pefindo dalam laporannya. 

Peringkat juga dapat tertekan jika RAJA gagal mempertahankan kontrak end-to-end yang relatif terjamin terutama di bisnis downstream yang menghadapi risiko penipisan pasokan gas, atau jika terjadi fluktuasi ekonomi makro atau harga komoditas, yang akan berdampak buruk pada kinerja bisnis dan keuangannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×