kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Teknikal: Pelemahan euro diprediksi masih berlanjut


Kamis, 12 Mei 2011 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi. Buah mengkudu, obat herbal yang ampuh menurunkan tekana n darah tinggi Anda.


Reporter: Teddy Gumilar | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pagi ini nilai tukar euro terhadap dollar AS sempat mengalami rebound teknikal menuju level resistance di kisaran US$ 1,4270 - US$ 1,4290 per euro. Ini merupakan area retracement fibonacci 38,2% - 50% dari level kisaran 1,4170 - 1,4422.

Namun, Kepala Riset dan analis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebut, secara umum, tekanan turun terhadap mata uang tunggal Eropa itu masih terjadi. Terutama jika EUR/USD tidak mampu kembali ke area di atas 1,4300. "Penembusan level support 1,4170 bisa membawa EUR/USD turun mendekati area 1,4080 - 1,4100," sebutnya.

Sementara, Head of Research Treasury Divison Bank BNI Nurul Eti Nurbaeti menilai, secara teknikal pergerakan candlestick di area negatif standar deviasi Bollinger Band, Exponential Moving Average (EMA), dan Moving Average Convergence Divergence yang melandai, mengisyaratkan depresiasi euro.

Secara fundamental, Ariston menyebut gerakan euro yang cenderung melemah hari ini didorong pelemahan harga komoditas seperti minyak mentah dan emas semalam. Ini ditambah pula dengan kekhawatiran jika Yunani tidak dapat merestrukturisasi utangnya.

Prediksi turunnya angka produksi industri zona Eropa juga berpotensi ikut menekan euro. "Di sisi berseberangan, Bursa New York merespon data klaim pengangguran yang diprediksi sesuai harapan dan mengembalikan minat pelaku pasar," tukas Nurul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×