kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.126   -76,00   -0,42%
  • IDX 5.143   -139,49   -2,64%
  • KOMPAS100 665   -20,51   -2,99%
  • LQ45 524   -15,83   -2,93%
  • ISSI 172   -4,38   -2,47%
  • IDX30 294   -8,75   -2,89%
  • IDXHIDIV20 395   -10,57   -2,61%
  • IDX80 77   -2,31   -2,92%
  • IDXV30 109   -2,52   -2,25%
  • IDXQ30 99   -2,74   -2,69%

Tebar Dividen Interim Rp1,05 Triliun, Cek Profil Emiten JPFA dan Kinerja Terkini


Kamis, 29 Oktober 2026 / 11:25 WIB
Tebar Dividen Interim Rp1,05 Triliun, Cek Profil Emiten JPFA dan Kinerja Terkini
ILUSTRASI. Gudang pakan ternak PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (Dok/JPFA)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berencana membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp1,05 triliun atau Rp90 per saham. Keputusan tersebut ditetapkan melalui keputusan direksi yang disetujui dewan komisaris pada 27 Oktober 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 12 November 2026.

Pembagian dividen tersebut dilakukan setelah Japfa mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I-2026. Penjualan bersih perseroan mencapai Rp35,36 triliun, meningkat dari Rp27,48 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha juga naik menjadi Rp3,73 triliun dari Rp2,10 triliun.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), Japfa Comfeed menggunakan kode saham JPFA. Perusahaan ini bergerak di industri agri-food dengan model bisnis terintegrasi, mulai dari produksi pakan ternak, pembibitan dan peternakan, budidaya perikanan, hingga pengolahan produk pangan.

Mengutip data IPOT, saham JPFA alami pelemahan ke Rp1.795/saham atau turun 0,83% sesi 1 hari ini Kamis (29/10).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi mengenai lini bisnis JPFA hingga kinerja terbaru.

Baca Juga: Bagikan Dividen Interim Rp1,478 Triliun, Intip Profil UNTR hingga Kinerja Terbaru

Profil Singkat Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan agribisnis dan pangan berbasis protein hewani di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 18 Januari 1971 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1989 dengan kode saham JPFA.

Japfa menjalankan model bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir. Melalui berbagai unit usaha dan anak perusahaan, perseroan memproduksi pakan ternak, menyediakan bibit unggul, menjalankan kegiatan peternakan komersial, serta mengembangkan pengolahan hasil peternakan dan produk pangan.

Model bisnis tersebut memungkinkan Japfa terlibat dalam berbagai tahap rantai pasok protein hewani, mulai dari penyediaan input produksi hingga produk yang dipasarkan kepada konsumen dan pelanggan industri.

Informasi perusahaan mengacu pada profil dan publikasi resmi Japfa.

Baca Juga: Apa Itu Pembekuan Rekening Efek oleh BEI? Investor Wajib Paham Wacana Terbaru Ini

JPFA Bagikan Dividen Interim Rp1,05 Triliun

Japfa menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp1.052.780.364.090 atau sekitar Rp1,05 triliun. Setiap pemegang saham yang memenuhi persyaratan berhak menerima dividen sebesar Rp90 per saham.

Keputusan tersebut ditetapkan pada 27 Oktober 2026 dan diumumkan melalui keterbukaan informasi pada 28 Oktober 2026. Dividen berasal dari laba bersih perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Keterangan Tanggal
Pengumuman dividen 28 Oktober 2026
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi 5 November 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi 6 November 2026
Cum dividen pasar tunai 9 November 2026
Ex dividen pasar tunai 10 November 2026
Recording date 9 November 2026
Pembayaran dividen 12 November 2026
Dividen per saham Rp90
Total dividen Rp1,05 triliun

Apa arti cum dividen dan ex dividen?

Cum dividen merupakan tanggal terakhir bagi investor untuk membeli saham dan memperoleh hak atas dividen sesuai ketentuan pasar yang berlaku. Sebaliknya, ex dividen merupakan tanggal ketika pembelian saham tidak lagi disertai hak atas pembagian dividen tersebut.

Investor juga perlu memperhatikan tanggal pencatatan atau recording date, yakni tanggal penentuan pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Pembagian dividen interim tidak otomatis menjadi keseluruhan dividen JPFA untuk tahun buku 2026. Perseroan masih dapat menetapkan dividen final sesuai keputusan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Update 82 Saham HSC BEI per 27 Oktober 2026: Ada TFCO dan FILM Masuk ke Daftar

Lini Bisnis Japfa Comfeed (JPFA)

Japfa memiliki bisnis yang terintegrasi dalam rantai produksi protein hewani. Kegiatan usahanya mencakup perunggasan, budidaya perikanan, peternakan sapi, serta pengolahan produk pangan.

1. Bisnis Perunggasan

Perunggasan merupakan salah satu bisnis utama Japfa. Segmen ini mencakup sejumlah kegiatan yang saling berkaitan, mulai dari produksi pakan ternak, pembibitan unggas, peternakan ayam komersial, hingga pengolahan hasil peternakan.

Berikut beberapa kegiatan utama dalam bisnis perunggasan Japfa.

  • Pakan ternak: Memproduksi pakan untuk mendukung kebutuhan nutrisi dan pertumbuhan unggas.
  • Pembibitan unggas: Menyediakan bibit ayam untuk mendukung kegiatan peternakan.
  • Peternakan komersial: Mengembangkan kegiatan peternakan ayam pedaging dan ayam petelur.
  • Pengolahan hasil peternakan: Mengolah hasil peternakan menjadi produk untuk kebutuhan pasar.
  • Kesehatan hewan dan peralatan peternakan: Mendukung produktivitas peternakan melalui layanan serta sarana pendukung.

Integrasi kegiatan tersebut membantu Japfa mengelola rantai pasok dari penyediaan pakan dan bibit hingga pengolahan hasil peternakan.

Namun, bisnis perunggasan juga menghadapi sejumlah risiko, seperti perubahan harga bahan baku pakan, biaya energi, penyakit hewan, serta fluktuasi harga ayam hidup dan produk unggas di pasar.

Baca Juga: Bagikan Dividen Interim Rp 300 Miliar, Intip Profil SIDO hingga Kinerja Terbaru

2. Bisnis Budidaya Perikanan

Japfa mengembangkan bisnis budidaya perikanan melalui PT Suri Tani Pemuka (STP).

Kegiatan usaha ini mencakup produksi pakan ikan dan udang, pembenihan, pembesaran, serta layanan teknis pendukung untuk kegiatan budidaya.

Pakan menjadi salah satu komponen penting dalam usaha perikanan karena memengaruhi pertumbuhan, produktivitas, dan biaya produksi. Dengan menyediakan pakan sekaligus layanan pendukung budidaya, Japfa dapat melayani kebutuhan pembudidaya ikan dan udang dalam berbagai tahap produksi.

Prospek bisnis ini dipengaruhi permintaan produk perikanan, harga bahan baku pakan, kondisi lingkungan budidaya, serta produktivitas tambak dan kolam.

3. Peternakan Sapi

Japfa juga memiliki bisnis peternakan sapi terintegrasi melalui PT Santosa Agrindo (Santori).

Kegiatan usaha ini mendukung penyediaan produk daging sapi untuk pasar domestik. Bisnis peternakan sapi menjadi salah satu upaya perseroan memperluas portofolio protein hewani di luar unggas dan produk perikanan.

Kinerja segmen ini dipengaruhi harga sapi, biaya pakan, ketersediaan pasokan, serta permintaan daging sapi di dalam negeri.

4. JAPFA Food dan Pengolahan Produk Pangan

JAPFA Food menjadi bagian dari bisnis hilir perseroan yang berfokus pada produk pangan dan pengolahan hasil peternakan.

Segmen ini mengembangkan produk dan layanan untuk pelanggan bisnis atau business-to-business (B2B) maupun konsumen akhir atau business-to-consumer (B2C).

Pengembangan bisnis hilir memungkinkan perusahaan memperluas nilai tambah dari hasil peternakan. Namun, kontribusi dan pertumbuhan segmen ini tetap perlu dinilai berdasarkan laporan keuangan dan informasi operasional masing-masing periode.

Baca Juga: DMAS Tebar Dividen Interim Rp1,4 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Kinerjanya

Daftar Manajemen Japfa Comfeed (JPFA)

Jajaran manajemen berperan dalam menentukan strategi usaha, mengawasi kinerja operasional, serta mengelola investasi dan keuangan perseroan.

Berdasarkan halaman resmi perusahaan dan laporan tahunan 2025, susunan direksi JPFA mencakup nama-nama berikut.

1. Direktur

Nama Posisi Terafiliasi
Renaldo Santosa Direktur Utama Ya
- Wakil Direktur Utama Ya
Leo Handoko Laksono Direktur Ya
Rachmat Indrajaya Direktur Ya
Gabriella Santosa Direktur Ya
Arif Widjaja Direktur Ya

2. Komisaris

Nama Posisi Independen
Haji Syamsir Siregar Komisaris Utama Tidak
Bambang Budi Hendarto Wakil Komisaris Utama Ya
Hendrick Kolonas Komisaris Tidak
Ito Sumardi Djuni Sanyoto Komisaris Ya
Antonius Harwanto Suryo Sembodo Komisaris Tidak

Baca Juga: Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten TPIA, Lini Bisnis, dan Kinerjanya

Kinerja Keuangan JPFA Semester I-2026

Merangkum data BEI, Japfa mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I-2026. Penjualan bersih perseroan mencapai Rp35,36 triliun, meningkat dari Rp27,48 triliun pada semester I-2025.

Laba usaha juga naik menjadi Rp3,73 triliun dari Rp2,10 triliun. Sementara itu, EBITDA meningkat menjadi Rp4,41 triliun dari Rp2,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berikut ringkasan kinerja keuangan Japfa.

Indikator Semester I-2026 Semester I-2025 Perubahan
Penjualan bersih Rp35,36 triliun Rp27,48 triliun Naik sekitar 28,7%
Laba usaha Rp3,73 triliun Rp2,10 triliun Naik sekitar 77,6%
EBITDA Rp4,41 triliun Rp2,73 triliun Naik sekitar 61,5%
Laba periode berjalan Rp2,68 triliun Rp1,36 triliun Naik sekitar 97,1%
Total aset per 30 Juni Rp45,15 triliun Rp36,37 triliun Naik sekitar 24,1%

Divestasi Vaksindo dan Fokus pada Bisnis Inti

Pada 29 September 2026, Japfa menyelesaikan penjualan 100% kepemilikan saham PT Vaksindo Satwa Nusantara kepada pihak terafiliasi.

Transaksi tersebut menghasilkan penerimaan kas sekitar Rp1,81 triliun sebelum pajak. Jika digabungkan dengan dividen yang telah diumumkan sebelum penjualan, total penerimaan kas grup mencapai sekitar Rp2,81 triliun sebelum pajak.

Langkah divestasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memusatkan sumber daya dan perhatian manajemen pada bisnis inti. Dana hasil transaksi dapat mendukung kebutuhan investasi, belanja modal, serta pengelolaan struktur pendanaan.

Tonton: Leapmotor B10, SUV Listrik Baru yang Wajib Dilirik?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×