kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tambah capex, saham MASA reli


Selasa, 08 Oktober 2013 / 10:49 WIB
ILUSTRASI. Pabrik kertas Tjiwi Kimia dari grup Asia Pulp & Paper (APP). Foto Dok Tjiwi Kimia


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) menunjukkan pergerakan positif pada transaksi pagi ini (8/10). Data RTI menunjukkan, pada pukul 10.38 WIB, saham MASA melesat 1,43% menjadi Rp 355.

Sementara, dua sekuritas yang paling banyak membeli saham ini berdasarkan data Bloomberg di antaranya: Prime Capital Securities senilai Rp 18,200 juta dan Lautandhana Securondo senilai Rp 8,750 juta.

Menurut Kepala Riset KDB Daewoo Securities Betrand Reynaldi, kenaikan harga saham MASA terkait dengan aksi korporasi yang dilakukan. Asal tahu saja, MASA akan menambah dana belanja modal mereka menjadi US$ 35 juta. Pasalnya, MASA sudah menghabiskan seluruh dana capex yang dianggarkan tahun ini senilai US$ 30 juta.

"Kami melihat, rencana penambahan capex MASA untuk pembelian mesin-mesin merupakan hal yang positif dan dinilai dapat meningkatkan kapasitas produksi perseroan di masa mendatang. Pihak perseroan menyatakan bahwa capex tambahan tersebut tidak hanya digunakan untuk menambah mesin, akan tetapi juga akan digunakan untuk pembangunan pusat penelitian dan pengembangan (R&D)," paparnya.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, satu analis merekomendasikan buy, satu analis merekomendasikan sell, dan satu analis merekomendasikan hold. Adapun target harga saham MASA adalah Rp 380 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×