kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Banyak Emiten Indonesia Keluar dari Indeks MSCI, OJK: Fenomena Global


Rabu, 13 Mei 2026 / 16:45 WIB
Banyak Emiten Indonesia Keluar dari Indeks MSCI, OJK: Fenomena Global
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perubahan komposisi indeks MSCI merupakan bagian dari dinamika global yang juga terjadi di berbagai pasar Asia Pasifik dalam review terbaru.

Dalam pengumuman yang dirilis Rabu (13/5/2026), MSCI memutuskan untuk mengeluarkan AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT dari MSCI Global Standard Indexes dalam rebalancing Mei 2026. 

Walaupun keluar dari MSCI Global Standard Indexes, lembaga penyedia indeks global asal Amerika Serikat (AS) ini memutuskan untuk memindahkan saham AMRT ke dalam MSCI Small Cap Indexes.

Baca Juga: Mayoritas Harga Saham Emiten yang Didepak MSCI Terkoreksi, Siapa Paling Parah?

Sementara untuk MSCI Small Cap Indexes, MSCI mengeluarkan 13 saham. Yakni, ialah ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS dan TAPG. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut perubahan komposisi indeks MSCI merupakan hasil review berkala yang mempertimbangkan kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, dan pergerakan harga saham.

“Fenomena ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi di hampir seluruh pasar Asia Pasifik pada review kali ini,” jelas wanita yang akrab dipanggil Kiki ini, Rabu (13/5).

Dia mencontohkan, pada MSCI Global Standard Index, Jepang mengalami 14 emiten keluar, Taiwan 7 emiten keluar, Malaysia 6 emiten keluar, Korea 3 emiten keluar, bahkan China meskipun menambah 22 emiten juga mengalami 24 emiten keluar.

“Jadi ini mencerminkan adanya penyesuaian global portfolio allocation dan dinamika market yang cukup luas di kawasan, bukan semata isu spesifik Indonesia,” kata Kiki. 

Baca Juga: OJK: Rebalancing MSCI Picu Tekanan Jangka Pendek di Pasar Saham Indonesia

OJK menilai perubahan indeks MSCI menjadi pengingat untuk terus memperkuat kualitas dan kedalaman pasar modal Indonesia, termasuk melalui peningkatan free float, likuiditas, dan basis investor.

“Fundamental sektor jasa keuangan Indonesia tetap resilien. Perubahan indeks global tidak mengubah komitmen kami membangun pasar yang sehat, transparan, dan kredibel bagi investor,” ujar Kiki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×