Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru menjadi sorotan investor setelah reshuffle kabinet. Pergantian ini dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pasar keuangan Indonesia, terutama jika pemerintah mampu menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan, respons awal pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan cenderung positif. Menurutnya, penunjukan Suahasil berpotensi menurunkan premi risiko fiskal Indonesia.
"Penunjukan Suahasil Nazara berpotensi menurunkan premi risiko fiskal Indonesia karena beliau dikenal sebagai teknokrat dengan pendekatan fiskal yang relatif prudent," ujar Harry kepada Kontan, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, pasar akan mencermati komitmen Menteri Keuangan baru terhadap disiplin anggaran, transparansi kebijakan, serta upaya menjaga batas defisit fiskal di bawah 3% terhadap produk domestik bruto atau PDB.
Baca Juga: Saham AI Anjlok, Nasdaq Tertekan di Tengah Kekhawatiran Perlambatan AI
Dalam jangka pendek, pergantian tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap rupiah, Surat Utang Negara atau SUN, serta Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Meski demikian, volatilitas masih mungkin terjadi selama masa transisi.
Harry menjelaskan, apabila kredibilitas fiskal meningkat, country risk premium Indonesia berpotensi turun. Kondisi tersebut dapat mendukung penguatan rupiah dan penurunan yield SUN, yang kemudian berpotensi menurunkan discount rate di pasar saham.
"Jika kredibilitas fiskal meningkat, country risk premium dapat turun, sehingga mendukung penguatan rupiah, penurunan yield SUN, dan pada akhirnya menurunkan discount rate di pasar saham," jelasnya.
Kendati demikian, Harry menilai pergantian Menteri Keuangan belum mengubah outlook pasar secara signifikan hingga akhir 2026. Hanya saja, komposisi sentimen pasar berpotensi menjadi lebih positif.
Investor pun perlu mencermati sejumlah indikator utama, mulai dari arah defisit APBN, kebijakan belanja pemerintah, stabilitas rupiah dan yield SUN, hingga konsistensi kebijakan yang dijalankan oleh Menteri Keuangan baru.
Baca Juga: Simak Prospek Aspirasi Hidup (ACES): Ekspansi Gerai & Omnichannel Jadi Katalis
Di tengah kondisi tersebut, Harry menyarankan investor tetap selektif dalam memilih saham. Pasalnya, posisi IHSG saat ini sudah mendekati target akhir tahun Samuel Sekuritas Indonesia di level 6.600, sehingga ruang kenaikan indeks secara keseluruhan dinilai relatif terbatas.
Meski begitu, penurunan risk premium dapat membuka peluang re-rating bagi saham-saham dengan fundamental kuat. Harry terutama melihat peluang pada saham perbankan berkualitas dan sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga.
"Kami tetap menyarankan investor selektif. Dengan IHSG yang sudah mendekati target akhir tahun kami di 6.600, upside indeks relatif terbatas," pungkasnya.
Selain sektor perbankan dan saham yang sensitif terhadap suku bunga, Samuel Sekuritas Indonesia masih menyukai emiten komoditas dengan pendapatan dalam dolar AS sebagai pilihan diversifikasi bagi investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














