kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Simak Prospek Aspirasi Hidup (ACES): Ekspansi Gerai & Omnichannel Jadi Katalis


Senin, 14 September 2026 / 21:18 WIB
Simak Prospek Aspirasi Hidup (ACES): Ekspansi Gerai & Omnichannel Jadi Katalis
ILUSTRASI. Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) diproyeksikan masih memiliki prospek yang konstruktif hingga akhir 2026 berkat ekspansi (DOK/PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES))


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) diproyeksikan masih memiliki prospek yang konstruktif hingga akhir 2026. Kinerja perseroan juga berpotensi semakin terdorong oleh ekspansi gerai yang dampaknya diperkirakan lebih terasa mulai 2027.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan, kinerja ACES pada tahun ini menunjukkan operating leverage yang positif. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan laba bersih yang mencapai 33,3% secara tahunan (year-on-year/YoY), jauh melampaui pertumbuhan pendapatan sebesar 6,3%.

Sebagai informasi, pada Semester I-2026 ACES membukukan penjualan bersih Rp 4,5 triliun, naik 6,3% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih perseroan melonjak 33,3% menjadi Rp 390,3 miliar.

Menurut Wafi, ACES juga masih akan melanjutkan ekspansi dengan membuka hingga 80 gerai baru AZKO dan NEKA sepanjang 2026. Ekspansi tersebut didukung belanja modal sebesar Rp 400 miliar hingga Rp 450 miliar.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah Senin (14/9), Saham Nvidia dan Chipmaker Berguguran

Namun, pembukaan gerai baru membutuhkan waktu sekitar 12 bulan hingga 18 bulan untuk mencapai tahap kematangan. Dengan demikian, tahun 2026 dinilai masih menjadi fase investasi bagi ACES, sedangkan dampak penuh terhadap kinerja laba berpotensi baru terlihat pada 2027.

"Ekspansi 80 gerai dengan capex Rp 400 miliar sampai Rp 450 miliar adalah komitmen besar, tapi gerai baru butuh 12 bulan-18 bulan ramp-up, jadi 2026 masih fase investasi, dampak penuh ke earnings baru terlihat 2027," ujar Wafi kepada Kontan, Senin (14/8/2026).

Ia menambahkan, perubahan merek menjadi AZKO dan NEKA merupakan konsekuensi dari perpindahan merek Ace Hardware ke grup MAPI. Kondisi tersebut membuat ACES perlu memperkuat pengenalan merek barunya kepada konsumen.

Dari sisi ekspansi, efektivitas penambahan gerai akan sangat bergantung pada lokasi yang dipilih. Wafi menilai pembukaan gerai baru akan lebih efektif apabila menyasar wilayah yang masih memiliki potensi penetrasi, bukan justru mengambil pelanggan dari gerai ACES yang sudah ada.

Sementara itu, target same-store sales growth atau SSSG sebesar 2% hingga 4% dinilai cukup realistis. Target tersebut dinilai konservatif di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih tertekan.

"Target SSSG 2%-4% konservatif dan realistis di tengah daya beli tertekan, ini bagus karena tidak overpromise," jelasnya.

Pengembangan omnichannel dan integrasi artificial intelligence atau AI juga dinilai dapat mendukung kinerja ACES. Namun, Wafi bilang, manfaat utama dari kedua strategi tersebut lebih banyak berasal dari peningkatan efisiensi operasional dibandingkan dorongan langsung terhadap pertumbuhan penjualan.

Baca Juga: Suahasil Jadi Meneku Gantikan Purbaya, Pasar Bisa Respons Positif

Menurutnya, kontribusi omnichannel dan AI terhadap margin berpotensi lebih besar dibandingkan dampaknya terhadap top line. Meski demikian, manfaat tersebut diperkirakan muncul secara bertahap dan tidak instan.

Adapun sejumlah katalis yang dapat menopang prospek ACES ke depan antara lain pemulihan daya beli masyarakat, terutama apabila terdapat sinyal penurunan suku bunga, kontribusi gerai baru yang mulai matang pada 2027, serta peningkatan efisiensi omnichannel yang dapat membantu menjaga margin.

Di sisi lain, terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor. Salah satu yang paling substansial adalah proses transisi merek dari Ace Hardware menuju AZKO dan NEKA.

Wafi menilai, penguatan brand recognition membutuhkan waktu sekaligus biaya pemasaran yang cukup besar. Selain itu, ekspansi yang agresif di tengah daya beli yang masih lemah juga berisiko kurang tepat dari sisi timing, sementara belanja modal yang besar akan menambah beban depresiasi.

 

Risiko lainnya berasal dari meningkatnya persaingan setelah Ace Hardware beroperasi di bawah grup MAPI. Menurut Wafi, ACES kini menghadapi kompetitor langsung dengan merek yang telah memiliki tingkat pengenalan cukup kuat di pasar.

"Risiko utama: brand transition dari Ace Hardware ke AZKO dan NEKA, ini paling substansial karena brand recognition butuh waktu dan marketing spend besar," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×