Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
Menurutnya, penurunan permintaan tersebut juga cenderung sebagai tren siklikal. Yang mana siklus booming properti terjadi di 2022-2024, dan saat ini tengah masuk kembali ke tren penurunan.
Hal tersebut juga diperparah dengan naiknya suku bunga yang memengaruhi bunga KPR.
Rencana perpanjangan insentif PPN DTP hingga 2027 juga masih bergulir, meskipun belum diteken secara resmi oleh pemerintah.
Baca Juga: Simak Proyeksi Ciputra Development (CTRA) yang Hadapi Tantangan pada Tahun 2026
Direktur PT Ciputra Development Tbk Nanik J. Santoso menjelaskan, jika rencana itu tak jadi diresmikan, maka harga produk akan naik 11%.
“Tapi ini bukan sebuah perubahan, hanya kembali ke normal (tanpa insentif),” jelasnya.
CTRA meyakini bahwa permintaan untuk unit properti tak sepenuhnya didorong oleh insentif PPN DTP. Melainkan, dari tren suku bunga dan kondisi ekonomi makro, termasuk rupiah.
“Strateginya jadi tidak ada cara lain selain mengembalikan harga ke harga normal. Harapannya, saat insentif itu selesai, kondisi ekonomi jauh lebih baik sehingga permintaan bisa lebih kuat,” ungkapnya.
Selain itu, sebanyak 88% marketing sales CTRA per kuartal I 2026 berasal dari rumah dan kavling tanah. Sisanya sebesar 10% dan 2% masing-masing berasal dari ruko dan apartemen.
Alhasil, untuk memenuhi target marketing sales 2026, CTRA meluncurkan 2 proyek residensial baru yakni Citra Homes Halim di Jakarta dan Citra Bukit Golf Sentul di Bogor, serta klaster-klaster baru.
Proyek Citra Homes Halim berlokasi di Jakarta Timur dengan rencana pengembangan 8,5 hektar. Target presales dari proyek ini sebesar Rp 300 miliar di tahun 2026.
Lalu, proyek Citra Bukit Golf Sentul berlokasi di Jakarta Selatan dengan rencana pengembangan 152 hektar. Proyek ini ditargetkan rilis pada semester II 2026 dengan target presales sebesar Rp 500 miliar di tahun 2026.
Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) Hadapi Tekanan di Tahun 2026, Simak Prospek Sahamnya
Proyek-proyek tersebut mayoritas menyasar segmen masyarakat menengah ke atas, dengan harga di atas Rp 1,5 miliar. Segmen dipilih juga lantaran dinilai lebih resilien di tengah gejolak ekonomi.
Sepanjang kuartal I 2026, CTRA telah meluncurkan Klaster Cedarwood@Forestine di proyek CitraGarden City Jakarta, KlasterHortis Phase 2 di proyek Citra Garden Serpong, dan juga klaster-klaster lainnya.
CTRA pun telah menggunakan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 300 miliar per Maret 2026. Sebesar 65% dari capex digunakan untuk tanah dan pengembangan. Lalu, sebesar 21% untuk rumah sakit, lainnya 11%, dan mal 3%.
Pada semester II 2026, CTRA akan meluncurkan Klaster Lacewood Phase 1@The Forestine dan Klaster Solea Terrace di CitraGarden City Jakarta, Apartemen Kataluna di CitraLand City CPI Makassar, dan lainnya.
Saham CTRA saat ini berada di level Rp 575 per saham. Harganya sudah turun 0,86% dan terkoreksi 30,72% sejak awal tahun alias year to date (YTD).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














