Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menghadapi dinamika sentimen yang cukup beragam pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
Mengutip data Bloomberg pada Rabu (9/9/2026), rupiah ditutup menguat 0,69% atau naik 121,00 poin ke level Rp 17.511 per dolar AS. Ini adalah posisi terbaik rupiah dalam 4 bulan terakhir.
Sementara itu, berdasarkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah menguat 0,37% ke level Rp 17.552 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah 0,12% ke 6.678 pada Rabu (9/9), KLBF, MAPI, BBTN Top Losers LQ45
Apresiasi rupiah pada hari ini didorong oleh tren penurunan tekanan indeks dolar AS (DXY) secara global yang memberikan ruang bagi mata uang domestik.
Selain itu, terjaganya likuiditas valas di pasar domestik serta efektivitas instrumen stabilisasi turut meredam tekanan eksternal dan menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap aset berdenominasi rupiah.
Untuk perdagangan Kamis (10/9/2026), pergerakan mata uang Garuda diproyeksikan masih diwarnai oleh kombinasi faktor eksternal dan dalam negeri.
Pengamat mata uang dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menjelaskan bahwa dinamika DXY serta respons pasar terhadap rilis data ekonomi tenaga kerja dan inflasi AS akan menjadi penentu utama arah ekspektasi suku bunga The Fed.
Dari kawasan global, antusiasme dan antisipasi pasar terhadap data inflasi AS turut membayangi pergerakan valuta asing.
"Fokus utama adalah antisipasi rilis data inflasi CPI AS Jumat nanti juga bisa sangat mempengaruhi rupiah esok hingga pekan depan," ujar Wahyu kepada Kontan, Rabu (9/9).
Selain itu, isu likuiditas global dan stabilisasi mata uang utama dunia ikut memengaruhi pergerakan kurs.
Sementara dari sisi domestik, pergerakan rupiah ditopang oleh konsistensi intervensi dan langkah stabilisasi nilai tukar oleh Bank Indonesia melalui instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Baca Juga: SR025 Sudah Terjual Rp 12,73 Triliun, Masih Ada Sisa Kuota Rp 7,27 Triliun
Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan valas di pasar domestik di tengah dinamika kebutuhan korporasi lokal.
Oleh karena itu, Wahyu memproyeksikan, mata uang rupiah berpeluang berada di rentang Rp 17.400 hingga Rp 17.640 per dolar AS pada Kamis (10/9/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














