Reporter: Vivit Dewi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Senin (7/9/2026). IHSG turun 16,80 poin atau 0,25% ke level 6.619,67 pada akhir perdagangan.
Berikut rekomendasi teknikal untuk tiga saham yakni AADI, ISAT, dan ITMG dari sejumlah analis untuk perdagangan Selasa (8/9/2026). Simak ulasannya:
1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Pergerakan harga saham AADI secara teknikal telah melengkapi pola rounding bottom. Namun, indikator RSI telah berada di area extremely overbought, sehingga investor perlu mencermati potensi koreksi.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyarankan strategi sell on strength pada saham AADI di kisaran Rp 11.175–Rp 12.325.
Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 11.175
Resistance: Rp 12.325
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta
Baca Juga: Habco Trans (HATM) Rampungkan Private Placement, Pemegang Saham Pengendali Terdilusi
2. PT Indosat Tbk (ISAT)
Saham ISAT secara teknikal masih berada dalam fase pullback setelah sebelumnya mengalami penguatan cukup signifikan. Harga saham berada di bawah MA20, sementara indikator MACD mulai menunjukkan pelemahan momentum.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menyarankan strategi buy on weakness dengan menunggu konfirmasi rebound di area support.
Support ISAT berada di kisaran Rp 2.100–Rp 2.150, sedangkan resistance terdekat di Rp 2.250–Rp 2.300. Jika mampu menembus dan bertahan di atas resistance tersebut, peluang rebound dapat berlanjut menuju Rp 2.450–Rp 2.500.
Untuk perdagangan jangka pendek, ISAT lebih menarik untuk buy on weakness di area support dengan tetap menunggu konfirmasi rejection, bukan mengejar harga.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 2.100
Resistance: Rp 2.500
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda
Baca Juga: Kantongi Restu RUPS, NexAI (MGLV) Resmi Masuki Bisnis AI Data Center
3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Saham ITMG membentuk pola bullish engulfing yang disertai penguatan RSI dan peningkatan volume. Namun, indikator stochastic telah berada di area overbought, sehingga saham berpotensi mengalami koreksi apabila gagal menembus area Rp 26.600–Rp 27.200.
Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki menyarankan strategi sell on strength dengan mencermati resistance Rp 27.200 dan support Rp 25.275.
Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 25.275
Resistance: Rp 27.200
Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














