Reporter: Theresia Widiningtyas | Editor: Indah Sulistyorini
KONTAN.CO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar BCA Expo dan UMKM Fest sebagai wujud komitmen perseroan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kedua ajang tahunan ini diselenggarakan secara online dan offline untuk memberikan kemudahan solusi pembiayaan bagi masyarakat dan mendukung pengembangan berkelanjutan bagi sektor UMKM.
Rangkaian BCA Expo 2026 yang dilaksanakan secara offline dimulai dari Surabaya, pada 21-23 Agustus 2026; serta online melalui laman expo.bca.co.id pada 21 Agustus-31 Oktober 2026. Total, BCA Expo 2026 offline digelar di 7 kota, meliputi Surabaya (21-23 Agustus), Malang (22-23 Agustus), Semarang (8-13 September), Jabodetabek (11-13 September), Medan (11-13 September), Bandung (12-13 September), dan Denpasar (12-13 September).
Melalui BCA Expo 2026, emiten berkode BBCA ini memberikan beragam penawaran dan suku bunga kompetitif untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Sepeda Motor (KSM), pembiayaan perjalanan hingga kebutuhan hidup lainnya.
Ajang ini menjadi salah satu upaya BCA untuk memacu pertumbuhan konsumsi di tengah dinamika global yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Hal ini dikarenakan konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal II-2026, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% dengan kontribusi 53,32% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Per Juni 2026, kredit konsumer BCA masih tercatat stabil senilai Rp221 triliun. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi kontributor terbesar senilai Rp144,3 triliun, diikuti oleh Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) senilai Rp51,3 triliun dan kredit konsumer lainnya yang senilai Rp25,4 triliun.
Direktur BCA Haryanto T. Budiman menyatakan, BCA Expo 2026 diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan kredit konsumer, terutama melalui penyaluran KPR.
“Dengan adanya expo ini, kita bisa terus meningkatkan KPR yang kita salurkan kepada masyarakat, sehingga ujung-ujungnya juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Haryanto.
Sejalan dengan langkah BCA menggenjot kredit konsumer, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai segmen kredit ini tetap memiliki fungsi penting dalam menjaga permintaan domestik, terutama ketika daya beli masyarakat menghadapi tantangan .
“Kredit konsumer dapat membantu menjaga konsumsi rumah tangga dan mencegah perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Namun, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tetap bergantung pada peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat,” tutur Yusuf kepada KONTAN.
Dukungan optimal bagi UMKM
Bersamaan dengan gelaran BCA Expo 2026, BCA UMKM Fest 2026 berlangsung secara online selama 1 Agustus-20 September 2026 melalui situs umkmfest.bca.co.id dan secara offline pada 20-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno Jakarta.
Lebih dari 1.600 UMKM berpartisipasi dalam BCA UMKM Fest 2026 yang merupakan pelaku usaha dari berbagai sektor, antara lain food beverage (F&B), fashion, health & beauty, serta hobby & activity. Ragam produk tersebut dapat diakses secara mudah oleh masyarakat luas di platform Grab dan Blibli.
Setali tiga uang, BCA juga menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha Hari UMKM 2026 dengan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun serta tenor lebih panjang. Selain itu, tersedia Kredit Multiguna Usaha MerDeKa (Material, Developer, dan Kontraktor) untuk mendukung pelaku usaha pada ekosistem perumahan di sektor properti, konstruksi, dan bahan bangunan.
Mengutip laman Kementerian UMKM RI, saat ini sektor UMKM berkontribusi sebesar 60,5% terhadap PDB, menyerap 97% tenaga kerja dan menyumbang 15,7% terhadap total ekspor nasional. Produk KMU Hari UMKM 2026 dan KMU MerDeKa diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap penyerapan tenaga kerja dan percepatan pertumbuhan ekonomi di sektor riil dan perumahan.
“BCA berharap kehadiran berbagai solusi pembiayaan ini dapat menjawab kebutuhan pelaku usaha di berbagai sektor. Kami percaya, dukungan optimal bagi pelaku UMKM dapat berkontribusi dalam skala lebih besar bagi ekonomi nasional hingga menciptakan lapangan kerja baru demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih.
Adapun hingga Juni 2026 peyaluran kredit UKM BCA mencapai Rp134,6 triliun, meningkat 6% dibandingkan Juni 2025. Pencapaian ini jauh melampaui tingkat penyaluran kredit UKM industri perbankan di level 0,2%.
Yusuf Rendy Manilet menilai peran bank swasta seperti BCA dapat memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan semakin membuka peluang pertumbuhan sektor ini. Selain itu, pemberdayaan dari hulu ke hilir seperti yang dilakukan BCA akan membantu transformasi UMKM serta meningkatkan daya saing di tingkat domestik hingga global.
“Bagi UKM, kredit bukan hanya sumber modal kerja, tetapi juga faktor penting untuk meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas. Dukungan pembiayaan yang disertai pendampingan akan membuat UKM lebih mampu masuk ke rantai pasok industri,” tandas Yusuf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














