kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Simak Prospek Charoen Pokphand (CPIN) Usai Laba Bersih Melonjak 52% pada 2025


Rabu, 08 April 2026 / 17:22 WIB
Simak Prospek Charoen Pokphand (CPIN) Usai Laba Bersih Melonjak 52% pada 2025
ILUSTRASI. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. (KONTAN/Intan Sari)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Emiten unggas ini berhasil membukukan pertumbuhan penjualan dan laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, penjualan neto CPIN naik 4,78% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 70,70 triliun, dari Rp 67,47 triliun pada 2024.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih CPIN juga melesat. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 5,64 triliun pada 2025, tumbuh sekitar 52% yoy dibandingkan Rp 3,71 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Rupiah Menguat Ditopang Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Proyeksi Kamis (9/4)

Dari sisi profitabilitas, laba bruto CPIN meningkat menjadi Rp 12,42 triliun pada 2025, dari Rp 10,42 triliun pada 2024. Kenaikan ini turut mencerminkan perbaikan marjin laba bruto perseroan. Tak hanya itu, laba usaha CPIN juga naik menjadi Rp 8,13 triliun, dari Rp 5,99 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 58,28 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan Rp 57,06 triliun pada 2024. Meski demikian, pertumbuhan penjualan yang tetap terjaga mampu menopang peningkatan laba perusahaan.

Adapun laba sebelum pajak penghasilan CPIN naik signifikan menjadi Rp 7,71 triliun pada 2025, dari Rp 5,26 triliun pada 2024.

Kinerja positif tersebut juga tercermin dari laba per saham dasar yang meningkat menjadi Rp 344 per saham, dari sebelumnya Rp 226 per saham.

Baca Juga: United Tractors (UNTR) Ubah Jangka Waktu dan Suku Bunga Pinjaman dengan Anak Usahanya

Margin Jadi Penopang Utama

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai lonjakan laba bersih CPIN pada 2025 lebih banyak ditopang oleh ekspansi margin ketimbang pertumbuhan volume penjualan.

Menurutnya, segmen pakan ternak menjadi penopang utama kinerja perusahaan, dengan pertumbuhan sekitar 27,6% yoy menjadi Rp 21 triliun. Kinerja ini didukung oleh penurunan harga bahan baku seperti jagung dan soybean meal (SBM) sebelum meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah.

“Efisiensi biaya keuangan dan penurunan beban pajak juga turut mengangkat bottom line, sehingga pertumbuhan laba bersih jauh melampaui pertumbuhan top line yang sebesar 4,78% yoy,” ujar Abida kepada Kontan, Rabu (8/4).

Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah juga mulai memberikan kontribusi terhadap peningkatan permintaan broiler, khususnya pada semester II-2025.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas Kamis (9/4), Ini Proyeksi dan Sentimen

Di samping itu, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, melihat perbaikan kinerja CPIN turut ditopang oleh efisiensi biaya bahan baku pakan, stabilnya harga broiler dan day old chick (DOC) berkat program culling pemerintah, serta margin yang tetap solid pada segmen makanan olahan.

Prospek CPIN di Tahun 2026

Untuk tahun 2026, prospek CPIN dinilai masih cukup menjanjikan, meskipun tetap dibayangi sejumlah tantangan eksternal.

Wafi mengatakan, kinerja CPIN pada tahun ini berpotensi ditopang oleh permintaan musiman dan pertumbuhan berkelanjutan pada segmen hilir.

Namun, ia mengingatkan adanya beberapa faktor yang bisa menjadi pemberat, terutama dari sisi makroekonomi.

“Pemberat kinerja ialah depresiasi rupiah yang mengerek beban impor bahan baku pakan, terutama bungkil kedelai, serta tekanan inflasi terhadap daya beli masyarakat,” ujar Wafi kepada Kontan, Rabu (8/4/2026).

Di sisi lain, Abida tetap melihat prospek CPIN secara keseluruhan masih positif. Ia memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan masih dapat terjaga, didukung oleh sejumlah katalis struktural.

Baca Juga: IHSG Melonjak 4,42% ke 7.279 pada Rabu (8/4/2026), BRPT, AMMN, MBMA Top Gainers LQ45

Abida bilang, keberlanjutan program MBG akan memperbesar permintaan protein hewani secara bertahap dan berkelanjutan. Selain itu, kontrol pasokan grand parent stock (GPS) juga dinilai mampu menjaga harga broiler tetap berada pada level yang suportif.

Meski demikian, Abida menggarisbawahi sejumlah risiko yang patut dicermati, mulai dari volatilitas harga jagung dan bungkil kedelai akibat tensi geopolitik, pelemahan rupiah yang dapat meningkatkan biaya impor bahan baku, hingga pemulihan daya beli masyarakat segmen bawah yang belum sepenuhnya merata.

Rekomendasi Saham CPIN

Dari sisi pergerakan saham, CPIN saat ini berada di kisaran Rp 4.400 per saham, atau terkoreksi sekitar 1% secara year to date (YTD). Kondisi ini dinilai membuka ruang akumulasi bagi investor, seiring fundamental perseroan yang tetap solid.

Abida merekomendasikan buy untuk saham CPIN dengan target harga Rp 5.900 per saham. Ia menempatkan CPIN sebagai top pick di sektor poultry, didukung oleh dominasi pasar pakan ternak yang diperkirakan melebihi 35%, katalis struktural dari program MBG, serta valuasi yang masih menarik.

Sementara itu, Wafi menilai pergerakan saham CPIN saat ini masih cenderung konsolidatif. Meski demikian, ia tetap melihat saham ini menarik untuk dicermati dengan target harga Rp 5.500 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×