kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Rupiah Jeblok, Ditutup di Rp 17.744 Per Dolar AS Hari Ini (25/5): Rekor Terburuk Lagi


Senin, 25 Mei 2026 / 15:10 WIB
Diperbarui Senin, 25 Mei 2026 / 15:12 WIB
Rupiah Jeblok, Ditutup di Rp 17.744 Per Dolar AS Hari Ini (25/5): Rekor Terburuk Lagi
ILUSTRASI. Rupiah ditutup anjlok ke Rp 17.744 per dolar AS hari ini (25/5/2026), rekor terburuk baru


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan dan kembali cetak rekor penutupan terburuk sepanjang sejarah pada hari ini. Senin (25/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.744 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah melemah 0,15% dibanding penutupan Jumat (22/5/2026) yang berada di Rp 17.717 per dolar AS. Alhasil, rupiah menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah pada hari ini. 

Bahkan pada perdagangan intraday, rupiah sempat menyentuh rekor terlemahnya di posisi Rp 17.760 per dolar AS di pukul 14.31 WIB.

Baca Juga: Pola Konsumsi Semakin Selektif, Simak Rekomendasi Saham Sido Muncul (SIDO)

Hingga pukul 15.00 WIB, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,5%. Disusul, peso Filipina yang ditutup melesat 0,37%.

Selanjutnya ada rupee India yang naik 0,36% dan ringgit Malaysia naik 0,32%. Lalu dolar Taiwan ditutup terangkat 0,3%.

Berikutnya, won Korea Selatam dan yuan China sama-sama terapresiasi 0,19%. Diikuti, dolar Singapura yang menanjak 0,18%.

Kemudian, yen Jepang naik 0,12% serta dolar Hong Kong menguat tipis 0,01% terhadap the greenback.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×