Reporter: Rashif Usman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) melaporkan kinerja keuangan yang positif di sepanjang tahun 2025.
Menurut laporan kinerja keuangan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Jumat (20/3/2026), pada 2025, pendapatan bersih MIDI meningkat 3,79% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 20,64 triliun dari Rp 19,89 triliun.
Seiring kenaikan penjualan, laba bruto MIDI juga meningkat menjadi Rp 5,39 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 5,23 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi beban, beban pokok pendapatan MIDI naik menjadi Rp 15,25 triliun dari Rp 14,66 triliun pada 2024.
Meski demikian, perusahaan mampu menjaga efisiensi di level operasional. Hal ini tercermin dari beban penjualan dan distribusi yang turun tipis menjadi Rp 4,18 triliun, dari Rp 4,23 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, beban umum dan administrasi juga turun menjadi Rp 447,97 miliar, dari Rp 487,83 miliar.
Baca Juga: Midi Utama (MIDI) Berencana Buka 200 Gerai Baru di 2026 Meski Penjualan Lebih Rendah
Perbaikan efisiensi tersebut ikut mendorong lonjakan laba usaha MIDI sebesar 34,60% yoy menjadi Rp 967,99 miliar, dibandingkan Rp 719,17 miliar pada 2024.
Setelah memperhitungkan penghasilan dan biaya lain-lain, MIDI membukukan laba sebelum pajak penghasilan badan sebesar Rp 927,06 miliar, naik dari Rp 658,28 miliar pada tahun sebelumnya.
Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih juga tumbuh pesat 45,01% menjadi Rp 792,36 miliar, dari Rp 546,41 miliar pada 2024.
Dengan begitu, laba per saham dasar perusahaan meningkat menjadi Rp 23,7 per saham dari sebelumnya Rp 16,34 per saham.
Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai pertumbuhan kinerja fundamental MIDI didorong oleh ekspansi agresif lini bisnis Lawson yang memiliki margin lebih tinggi, khususnya dari segmen ready-to-eat dan food & beverage (F&B).
Menurut dia, kontribusi format bisnis tersebut, ditambah efisiensi beban operasional, membuat pertumbuhan margin laba MIDI melampaui laju pertumbuhan pendapatannya.
"Secara prospek, MIDI sangat solid. Strategi multi-format seperti Alfamidi belanja rutin dan Lawson gaya hidup instan memberikan keunggulan untuk menguasai berbagai pangsa pasar sekaligus," kata Wafi kepada Kontan, Rabu (25/3/2026).
Kenaikan laba bersih MIDI yang jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan karena adanya perbaikan margin dan efisiensi operasional. Beban penjualan dan distribusi berhasil turun 1.08% y/y.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo juga mengungkapkan kenaikan laba bersih MIDI yang jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan karena adanya perbaikan margin dan efisiensi operasional. Beban penjualan dan distribusi berhasil turun 1,08% yoy.
Baca Juga: Intip Prospek Midi Utama (MIDI) Usai Revisi Target Pembukaan Toko Baru
"Prospek MIDI masih cukup positif, terutama didukung oleh posisi kuat di segmen minimarket proximity dan middle income consumers," tambah Azis.
Azis bilang peluang utama MIDI berasal dari ekspansi gerai, peningkatan Same Store Sales Growth (SSSG), serta penetrasi produk private label yang dapat menjaga margin, serta, digitalisasi dan omni-channel juga berpotensi meningkatkan transaksi.
Selain itu, Wafi menambahkan, peluang pertumbuhan MIDI masih terbuka seiring perubahan gaya hidup konsumen muda yang semakin mengutamakan kenyamanan dan makanan siap saji, serta peluang ekspansi gerai di luar Pulau Jawa.
Namun demikian, ada sejumlah faktor yang tetap perlu dicermati. Di antaranya adalah potensi pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah akibat inflasi harga pangan, serta persaingan yang ketat di bisnis convenience store dengan peritel lainnya seperti FamilyMart dan Indomaret Point.
Rekomendasi Saham
Wafi menyarankan untuk buy saham MIDI di target harag Rp 450 per saham. Adapun Azis merekomendasikan trading buy saham ritel ini dengan target harga di posisi Rp 312 hinga Rp 326 per saham dan level support di posisi Rp 286 hingga Rp 282 per saham.
Baca Juga: Pangkas Target Pembukaan Toko, Saham Midi Utama (MIDI) Masih Layak Akumulasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













