kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Siapkan Dividen Rp 11.400, Harga Saham Blue Chip Ini Bangkit Usai Melemah 38% Ytd


Jumat, 05 Juni 2026 / 07:24 WIB
Siapkan Dividen Rp 11.400, Harga Saham Blue Chip Ini Bangkit Usai Melemah 38% Ytd
ILUSTRASI. Siapkan Dividen Rp 11.400, Harga Saham Blue Chip Ini Bangkit Usai Melemah 38% Ytd


Reporter: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham berkarakteristik blue chip PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada Kamis 4 Juni 2026 berhasil bangkit atau rebound usai merosot sejak awal tahun ini. Hal ini seiring keputusan pembagian dividen bernilai total lebih dari Rp 4 triliun. 

Hingga akhir perdagangan Kamis (4/6/2026), saham UNVR ditutup menguat 0,94% ke level Rp1.615 per saham. Kenaikan ini menghentikan tren pelemahan harga saham UNVR yang mencapai 38,36% atau 1.005 sejak awal tahun 2026.

Emiten sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) ini akan membagikan dividen final sebesar Rp114 per saham dengan total nilai mencapai Rp4,33 triliun. Dengan demikian, setiap investor akan mendapat dividen Rp 11.400 per lot saham UNVR.

Pembayaran dividen final tersebut akan didistribusikan kepada pemegang saham yang berhak pada 30 Juni 2026 mendatang. 

Bagi investor, pembagian dividen ini menjadi salah satu daya tarik utama saham UNVR. Berdasarkan harga penutupan saham UNVR di level Rp1.615 per saham pada perdagangan Kamis (4/6/2026), dividen final sebesar Rp114 per saham mencerminkan potensi dividend yield sekitar 7,06%.

Yield tersebut mencapai 3x bunga deposito rupiah di bank umum yang saat ini hanya 2%-an.

Baca Juga: Harga Anjlok 33%, Saham Blue Chip Ini Siap Cairkan Dividen Rp 4.150/Lot

Sebelumnya, UNVR telah membayarkan dividen interim sebesar Rp87 per saham atau sekitar Rp3,3 triliun pada 30 Desember 2025.

Dengan demikian, total dividen yang ditetapkan perseroan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp201 per saham. Secara keseluruhan, nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp7,63 triliun.

Sementara jika mengacu pada total dividen tahun buku 2025 sebesar Rp201 per saham, potensi dividend yield UNVR mencapai sekitar 12,45%. Angka tersebut menjadikan saham UNVR sebagai salah satu emiten dengan tingkat pengembalian dividen yang menarik di Bursa Efek Indonesia.

Besaran dividen tersebut mencerminkan dividend payout ratio sebesar 100% dari laba bersih tahun buku 2025. Kebijakan ini menunjukkan konsistensi Unilever Indonesia dalam mengembalikan nilai kepada para pemegang saham melalui pembagian dividen yang optimal.

Tonton: IHSG Kembali Anjlok 4%, Ini Support Berikutnya

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan bahwa payout ratio sebesar 100% menegaskan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

"Ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal, serta keyakinan terhadap kekuatan dan ketahanan operasional perseroan," ujar Benjie dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Benjie, keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan kinerja jangka panjang menjadi fondasi penting dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, serta kompetitif di tengah dinamika industri barang konsumsi.

KPK Tetapkan Wamen Imigrasi Silmy Karim Jadi Tersangka, Ini Kasus yang Menyeretnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×