Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Dividen saham bernilai jumbo kembali tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terbaru, PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) akan memberikan dividen jumbo dengan yield hampir 10%.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BJBR Tahun Buku 2025 menyetujui pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per saham.
Dividen jumbo ini menarik perhatian investor karena menawarkan dividend yield sekitar 9,89%, jauh di atas rata-rata bunga deposito perbankan yang berada di kisaran 2%-3%.
Pada perdagangan Selasa (28/4/2026), harga saham BJBR ditutup di level Rp865, naik 1,17% atau 10 poin dibandingkan sehari sebelumnya.
Dengan harga tersebut, yield dividen BJBR mendekati 10%, atau sekitar empat kali lipat dibanding bunga deposito rupiah di bank umum.
Baca Juga: GoTo Catatkan Laba Bersih Pertama Kali dalam Sejarah, On-Track Target Kinerja 2026
Dividend Yield BJBR Jadi Daya Tarik Investor
Yield hampir 10% membuat saham BJBR berpotensi dilirik investor pemburu dividen (dividend hunter), terutama di tengah volatilitas pasar saham.
Besaran yield ini juga tergolong kompetitif di sektor perbankan nasional, sekaligus menjadi sinyal komitmen emiten dalam menjaga return pemegang saham.
Bagi investor income-oriented, dividen BJBR dapat menjadi salah satu katalis utama saham ini sepanjang 2026.
Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Independen
Selain membagikan dividen, RUPST BJBR juga menyetujui perubahan jajaran direksi dan komisaris.
Salah satu sorotan utama adalah masuknya nama Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen, yang efektivitas pengangkatannya menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut pihaknya merekomendasikan figur berintegritas untuk posisi strategis di bank bjb.
Menurut Dedi, Susi Pudjiastuti dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang dapat memperkuat tata kelola perusahaan.
Tonton: PLN Siap Serap Listrik dari Sampah, Dukung Proyek PSEL di Denpasar, Bogor, Bekasi
Susunan Baru Komisaris dan Direksi Bank BJB
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama Independen: Susi Pudjiastuti (menunggu persetujuan OJK)
- Komisaris Independen: Novian Herodwijanto
- Komisaris Independen: Eydu Oktain Panjaitan (menunggu persetujuan OJK)
- Komisaris: Rudie Kusmayadi
- Komisaris: Herman Suryatman
- Komisaris: Tomsi Tohir
Direksi
- Direktur Utama: Ayi Subarna
- Direktur Kepatuhan: Asep Dani Fadillah
- Direktur Keuangan: Hana Dartiwan
- Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana
- Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini
- Direktur Teknologi Informasi: Muhammad As’adi Budiman
- Direktur Operasional: Herfinia
Perubahan susunan pengurus ini dinilai pasar dapat menjadi sentimen positif apabila mampu mendorong transformasi bisnis dan tata kelola.
Tonton: Subsidi PPN Tiket Pesawat Resmi Diberlakukan, Berlaku 60 Hari Saja!
Aset Bank BJB Tembus Rp221 Triliun
Sepanjang 2025, bank bjb membukukan total aset Rp221,3 triliun.
Capaian itu menempatkan bank bjb sebagai bank pembangunan daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia.
Kinerja tersebut ditopang penguatan teknologi, penguasaan pasar, dan kolaborasi dengan pemegang saham.
RUPST juga menjadi momentum perseroan memperkuat komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di Jawa Barat dan Banten.
Baca Juga: IHSG Turun 0,48% Jadi 7.072, Simak Proyeksinya Rabu (29/4)
Prospek Saham BJBR Usai Dividen dan Perubahan Manajemen
Kombinasi dividend yield tinggi, fundamental aset yang terus tumbuh, serta perubahan manajemen berpotensi menjadi katalis bagi saham BJBR.
Investor kini akan mencermati apakah momentum dividen besar dan kehadiran figur publik seperti Susi Pudjiastuti mampu mendorong sentimen positif terhadap valuasi saham BJBR.
Dengan yield mendekati 10%, saham BJBR masih menarik dipantau oleh investor value maupun dividend investor.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/28/193900826/rupst-bank-bjb--bagi-dividen-rp-900-m-ayi-subarna-dirut-hingga-susi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













