kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Setelah Sepekan Penawaran, SBR015 Tenor Dua Tahun Lebih Diminati Investor


Senin, 05 Oktober 2026 / 16:13 WIB
Setelah Sepekan Penawaran, SBR015 Tenor Dua Tahun Lebih Diminati Investor
ILUSTRASI. SBR014 memiliki kupon mengambang 6,25% untuk tenor dua tahun (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri SBR015 setelah sepekan masa penawaran masih berada di bawah SBR014. Meski begitu, SBR015 dinilai masih menarik bagi investor karena menawarkan kupon floating with floor.

Berdasarkan data transaksi di mitra distribusi Bibit per Senin (5/10/2026) pukul 15.30 WIB, penjualan SBR015 tenor 2 tahun telah mencapai 16,6% atau sekitar Rp 2,49 triliun dari total kuota Rp 15 triliun. Dengan demikian, kuota yang masih tersedia tercatat sebesar 83,4%.

Sementara itu, penyerapan SBR015 tenor 4 tahun baru mencapai 6% atau sekitar Rp 300 miliar dari total kuota Rp 5 triliun. Kuota yang tersisa untuk tenor tersebut sebesar 94%.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,36% ke 6.118 pada Senin (5/10/2026), BRPT, SCMA, PGEO Top Gainers LQ45

Jika dibandingkan dengan SBR014 pada periode yang sama, penjualan SBR015 masih lebih rendah. Saat itu, penyerapan tenor 2 tahun telah mencapai 18,9%, sementara tenor 4 tahun sebesar 12,1%.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, SBR015 masih memiliki daya tarik bagi investor yang mencari pendapatan stabil. Salah satunya berasal dari mekanisme floating with floor yang membuat kupon tidak turun di bawah batas minimum.

"Secara struktur SBR015 tetap menarik untuk investor yang mencari pendapatan stabil dan keamanan pokok," ujar Josua kepada Kontan, Senin (5/10/2026).

Untuk diketahui, SBR015 menawarkan kupon awal 6,75% untuk tenor 2 tahun dan 6,85% untuk tenor 4 tahun. Dengan skema floating with floor, kupon dapat meningkat ketika BI-Rate naik, tetapi tidak akan turun di bawah tingkat kupon minimum tersebut.

Menurut Josua, karakteristik tersebut menjadi salah satu keunggulan SBR015 di tengah ketidakpastian arah suku bunga. Investor tetap memperoleh batas bawah kupon ketika suku bunga turun, sekaligus berpeluang mendapatkan kupon lebih tinggi jika BI-Rate kembali naik.

Di sisi lain, penjualan tenor 4 tahun yang jauh lebih rendah menunjukkan investor masih lebih memilih jangka waktu yang pendek. Josua menilai hal ini berkaitan dengan tambahan kupon yang relatif tipis dibandingkan tenor 2 tahun.

Baca Juga: Telkom (TLKM) Ganti Pimpinan Internal Audit, Ini Susunan Terbarunya

"Tambahan 0,10 poin persentase tersebut belum tentu dianggap cukup oleh sebagian investor untuk mengompensasi tambahan dua tahun tenor dan likuiditas yang lebih terbatas," jelasnya.

Josua menyebut, kondisi tersebut membuat SBR015 tenor 2 tahun memiliki daya tarik yang lebih besar dibandingkan tenor 4 tahun. Terlebih, SBR015 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder sehingga investor perlu mempertimbangkan kebutuhan likuiditas sebelum memilih tenor.

Meski demikian, Josua masih melihat peluang penjualan SBR015 meningkat hingga akhir masa penawaran pada 22 Oktober 2026. Permintaan diperkirakan tetap lebih kuat pada tenor 2 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×