kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Penawaran Sudah Berjalan Sepekan, SR025 Tenor 3 Tahun Lebih Diminati Investor


Kamis, 27 Agustus 2026 / 17:26 WIB
Penawaran Sudah Berjalan Sepekan, SR025 Tenor 3 Tahun Lebih Diminati Investor
ILUSTRASI. Ilustrasi obligasi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penawaran Sukuk Ritel (SR) seri SR025 mulai menunjukkan preferensi investor terhadap tenor tiga tahun. Meski menawarkan imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan tenor lima tahun, SR025-T3 tercatat lebih banyak diminati investor pada sepekan pertama penawaran.

Selama sepekan, transaksi di mitra distribusi bibit hingga Kamis (27/8/2026) SR025-T3 telah terjual sekitar 17,2% atau Rp 2,58 triliun dari kuota Rp 15 triliun. Sementara itu, SR025-T5 telah terserap sekitar 13,6% atau Rp 680 miliar dari kuota Rp 5 triliun.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William mengatakan, salah satu alasan SR025-T3 lebih banyak dipilih adalah tenor tiga tahun memberikan keseimbangan antara tingkat imbal hasil dan fleksibilitas jangka waktu investasi.

Baca Juga: Nilai Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 20,52 Triliun pada Juli 2026

"Dengan selisih imbal hasil hanya 10 basis poin, sebagian investor kemungkinan lebih mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan horizon investasinya sehingga T3 menjadi pilihan yang lebih populer," tutur William kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).

Sebagai informasi, SR025-T3 dengan tenor tiga tahun menawarkan imbal hasil tetap sebesar 6,80% per tahun, sedangkan SR025-T5 dengan tenor lima tahun memberikan imbal hasil 6,90% per tahun.

William menyebut minat investor terhadap SR025 sejauh ini menunjukkan animo yang positif. Menurutnya, permintaan SR025 masih berpotensi tumbuh hingga akhir masa penawaran pada 16 September 2026.

"Permintaan SBN ritel biasanya dapat meningkat signifikan mendekati akhir masa penawaran sehingga perkembangan beberapa minggu ke depan akan menjadi faktor penting," ujarnya.

Secara nasional, Kementerian Keuangan menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp 20 triliun dari penerbitan SR025. Target tersebut terdiri dari Rp 15 triliun untuk SR025-T3 dan Rp5 triliun untuk SR025-T5.

William mengatakan peluang pencapaian target tersebut masih terbuka. Menurutnya, permintaan terhadap SBN ritel masih berpotensi meningkat menjelang akhir masa penawaran yang berlangsung hingga 16 September 2026.

"Kami optimistis minat investor akan tetap terjaga sampai penutupan, sembari terus melakukan edukasi agar investor memahami karakteristik SR025 dan memilih produk sesuai kebutuhan finansialnya," ujarnya.

Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah, Ini Proyeksi Jumat (28/8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×