kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Permintaan SBR015 Diprediksi Menguat Jelang Penutupan, Ini Alasannya


Senin, 05 Oktober 2026 / 17:34 WIB
Permintaan SBR015 Diprediksi Menguat Jelang Penutupan, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Investor ritel berpotensi meningkatkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri SBR015 menjelang berakhirnya masa penawaran (KOMPAS/Priyombodo)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor ritel berpotensi meningkatkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri SBR015 menjelang berakhirnya masa penawaran. Pola pembelian investor pada periode akhir penawaran diperkirakan menjadi salah satu katalis bagi penguatan permintaan SBR015.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, investor ritel cenderung melakukan pembelian dalam jumlah lebih besar ketika masa penawaran SBN Ritel mendekati penutupan.

"Prospek permintaan SBR015 diperkirakan mengalami peningkatan jelang penutupan karena investor ritel Indonesia memiliki pola perilaku historis untuk melakukan bulk buying atau pembelian besar pada minggu terakhir masa penawaran setelah mengamankan likuiditas bulanan atau mematangkan keputusan diversifikasi mereka," ujar David kepada Kontan, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat pada Selasa (6/10/2026), Ini Rekomendasi Analis

Menurut David, potensi peningkatan permintaan tersebut juga didukung oleh karakteristik SBR015 yang memberikan perlindungan bagi investor ketika suku bunga mengalami penurunan. Di sisi lain, instrumen tersebut masih memberikan peluang memperoleh imbal hasil lebih tinggi apabila terjadi kenaikan suku bunga.

"SBR015 masih cukup menarik karena memiliki perlindungan sisi bawah terutama saat BI rate turun, dan keuntungan sisi atas jika terjadi inflasi atau kenaikan suku bunga," jelasnya.

Sebagai informasi, masa penawaran SBR015 berlangsung hingga 22 Oktober 2026. Pemerintah menetapkan target penerbitan sebesar Rp 20 triliun yang terbagi atas kuota Rp 15 triliun untuk tenor 2 tahun dan Rp 5 triliun untuk tenor 4 tahun.

SBR015 menawarkan tingkat imbal hasil awal sebesar 6,75% untuk tenor 2 tahun dan 6,85% untuk tenor 4 tahun. Tingkat imbal hasil tersebut berada di atas BI-Rate yang saat ini berada di level 5,75%.

Baca Juga: GMFI Bidik Pasar Timur Tengah, Bangun Fasilitas MRO di Oman

SBR015 menggunakan skema imbal hasil floating with floor. Dengan skema tersebut, tingkat kupon dapat meningkat mengikuti perubahan BI-Rate, tetapi memiliki batas bawah yang ditetapkan berdasarkan tingkat imbal hasil awal.

Dengan masa penawaran yang masih berlangsung hingga 22 Oktober 2026, David menilai ruang peningkatan permintaan SBR015 masih terbuka. Investor diperkirakan mulai merealisasikan alokasi dana dan meningkatkan pembelian ketika memasuki periode akhir masa penawaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×