kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.967   54,00   0,30%
  • IDX 5.679   35,74   0,63%
  • KOMPAS100 733   5,57   0,77%
  • LQ45 557   4,21   0,76%
  • ISSI 198   1,08   0,55%
  • IDX30 316   1,61   0,51%
  • IDXHIDIV20 389   -0,24   -0,06%
  • IDX80 83   0,60   0,73%
  • IDXV30 106   -0,43   -0,41%
  • IDXQ30 102   0,23   0,23%

September ini IHSG bakal ambruk atau naik?


Jumat, 10 September 2021 / 22:20 WIB
ILUSTRASI. Pialang memonitor layar perdagangan saham di Jakarta, Senin (6/9/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Djumyati Partawidjaja | Editor: Djumyati P.

Bagaimana kita menentukan perusahaan-perusahaan mana yang perlu divaluasi sebagai new economy selain yang sudah jelas seperti Bukalapak?

Nah ini kan tergantung dari keyakinan kita akan cerita yang diberikan. Yang penting dari perusahaan-perusahaan semacam ini kan ekosistemnya pertama ya. Kedua itu growth dari si user maupun transaksi per usernya.

Sangat sangat krusial karena itu akan meningkatkan policy dari perusahaan itu juga ke depannya. Seperti yang terjadi selama beberapa tahun ini. Jadi kalau misalnya proyeksinya itu kita anggap tidak masuk akal tentunya, kita juga mesti menghitung-hitung juga policy dari si perusahaan itu. Karena banyak sekali seperti misalkan bank digital-lah. Yang paling hot kan bank-bank digital. Semua ceritanya mau ke digital.

Nah itu kan itu kan kita bisa hitung-hitung sebenarnya itu. Saya biasa menghitungnya dengan pendekatan beberapa bank yang sudah listed maupun enggak di luar negeri. Value perusahaan itu terhadap jumlah usernya. Jadi per usernya itu berapa sih sebetulnya nilai dari di bank ini.

 Ada yang over optimis juga kalau menurut saya

Bedanya dengan bank-bank di luar negeri kan di sini kan kebanyakan kan baru memulai. Baru memulai itu kan mungkin pencapaian nasabahnya yang ditargetkan mungkin 2-3 tahun lagi baru tercapai. Nah itu kan kita mesti punya suatu keyakinan bahwa proyeksi yang di si bank A sama si bank B itu mungkin beda. Tidak semuanya akan berhasil. Sebagai catatan saja izin yang diberikan kepada bank digital di Indonesia itu kan cukup banyak ya. Sangat berbeda juga dengan beberapa negara yang lain. Amerika mungkin banyak juga ya, tapi kan bank yang berhasil juga sedikit.

Atau misalnya Korea, China itu kan enggak terlalu banyak izinnya. Korea itu cuma dua. Ke depan itu kan ada yang berhasil ada yang enggak yang kita belum tahu sekarang. Ekosistemnya itu kan menjadi sangat penting yang mana kira-kira pencapaiannya bisa sesuai. Cuma masalahnya di sini karena adanya optimisme yang berlebihan. Karena misalnya banyaknya investor-investor millennial yang lebih suka dengan growth story. Jadi valuasinya sebagian emiten itu juga ada yang sudah menyesuaikan terlebih dahulu. Bahkan sebelum si bank-nya mencapai proyeksinya itu. Ada yang over optimis juga kalau menurut saya. Jadi itu memang kita mesti beda-bedakan kondisinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×