Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, Rabu (8/4/2026) pukul 12.23 WIB, rupiah di pasar spot menguat 0,55% ke Rp 17.011 per dolar AS.
Sebelumnya pada Selasa (7/4/2026), rupiah di pasar spot melemah 0,41% secara harian ke Rp 17.105 per dolar AS.
Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan gencatan senjata antara AS-Iran selama dua minggu membuat rupiah menguat. Salah satu kesepakatan dalam gencatan senjata itu adalah membuka Selat Hormuz. Hal ini membawa angin segar bagi ekonomi global karena selama ini harga minyak terus mengalami kenaikan dampak eskalasi tersebut.
Baca Juga: AS-Iran Damai, Harga Minyak WTI dan Brent Turun Lebih dari 13%
“Setelah adanya gencatan senjata, pembukaan Selat Hormuz, harga minyak langsung terjun bebas,” ucap Ibrahim, Rabu (8/4/2026).
Ibrahim juga melihat indeks dolar AS (DXY) juga ikut melemah dan berdampak pada penguatan mata uang rupiah saat ini. Sehingga rupiah hari ini diperdagangkan menguat cukup tajam hampir 100 poin.
“Rupiah dalam dua minggu ini kemungkinan akan menguat. Penguatan ini akan cukup signifikan. Proyeksi saya mengenai rupiah yang akan ke level Rp 17.120 per dolar AS kemungkinan besar akan terhenti dengan penguatan mata uang rupiah,” jelas Ibrahim.
Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah hari ini dikisaran Rp 17.100 – Rp 17.150 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













