Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie mengatakan, pembagian dividen interim umumnya menjadi sentimen positif karena mencerminkan kondisi arus kas emiten. Namun, dampaknya terhadap IHSG cenderung terbatas dan selektif.
Pergerakan IHSG lebih banyak ditentukan oleh saham berkapitalisasi besar, arus dana asing, kondisi makroekonomi, serta sentimen kebijakan moneter.
Selain itu, terdapat potensi tekanan harga setelah cum date karena investor yang hanya mengejar dividen dapat melakukan aksi jual setelah hak dividen berakhir.
Karena itu, musim dividen lebih tepat dipandang sebagai penyangga pasar, bukan pendorong utama IHSG dalam jangka menengah. Arah indeks tetap akan bergantung pada prospek laba emiten dan kebijakan moneter.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cermati Level Ini pada Perdagangan Rabu (7/10)
Bagi investor, Abida menyarankan agar tidak membeli saham terlalu dekat dengan cum date hanya demi mengejar dividen. Harga saham berpotensi terkoreksi pada ex date, bahkan bisa lebih besar dari nilai dividen yang diterima.
Investor juga perlu memastikan dividen ditopang laba dan arus kas berulang, bukan sekadar laba ditahan. Selain dividend yield, potensi kenaikan harga saham juga perlu diperhitungkan dalam menilai total return.
Saham dengan rekam jejak pembagian dividen dan fundamental kuat, seperti Grup Astra, dapat dicermati. Sementara GEMS menarik bagi investor yang mencari yield lebih tinggi dengan eksposur sektor batubara.
Emiten seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang memiliki rekam jejak pembagian dividen interim, juga dapat masuk radar investor.
Baca Juga: IHSG Menguat 1,21% ke 6.192 pada Selasa (6/10), GOTO, AMMN, INDY Top Gainers LQ45
Adrian menekankan agar investor tidak menjadikan dividen sebagai satu-satunya alasan membeli saham. Kualitas fundamental, timing pembelian, serta rencana investasi tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














