kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Satria Antaran Prima (SAPX) Akan Rights Issue 2,49 Miliar Saham


Kamis, 13 Juli 2023 / 17:34 WIB
ILUSTRASI. PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) akan mempertebal modal dengan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jasa pengiriman, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) akan mempertebal modal dengan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

SAPX berencana melakukan rights issue sebanyak-banyaknya 2,49 miliar saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Presiden Direktur SAPX Budiyanto Darmastono mengatakan, rencana right issue ini untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kas SAPX, serta untuk rencana pengembangan usaha.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Satria Antaran Prima (SAPX) Kompak Menyusut di Kuartal I-2023

Harapannya dalam jangka panjang dapat berdampak signifikan pada profitabilitas, arus kas, perbaikan layanan, percepatan pertumbuhan pendapatan, pangsa pasar, keberlangsungan usaha, dan tingkat pengembalian yang dihasilkan SAPX kepada pemegang saham.

“HMETD ini diharapkan akan dapat meningkatkan kapitalisasi pasar dan likuiditas saham SAPX,"  kata Budiyanto, Kamis (13/7).

Pemegang saham SAPX yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue ini, sahamnya akan terdilusi maksimum 74,97%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×