kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Saham Emiten CPO Menanjak, Simak Prospek dan Rekomendasi Analis


Rabu, 29 Juli 2026 / 05:05 WIB
Saham Emiten CPO Menanjak, Simak Prospek dan Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

“Emiten yang unggul hingga akhir 2026 adalah mereka dengan usia tanaman produktif, biaya produksi rendah, dan eksposur B50 tinggi melalui penjualan domestik,” tuturnya.

Wafi bilang, prospek kinerja saham emiten CPO ke depan masih konstruktif untuk emiten terintegrasi (refinery dan biodiesel plant) yang lebih mampu mengoptimalisasi rantai suplai.

Sentimen positif untuk emiten CPO ke depan adalah B50 yang mendorong permintaan domestik secara struktural dan harga minyak bumi yang menguat.

Sementara, sentimen negatif berasal dari perlambatan ekonomi global akibat Tarif Trump yang menekan permintaan minyak nabati, serta keterlambatan pembayaran BPDPKS yang secara historis sering terjadi dan menciptakan masalah arus kas. 

“Emiten jawara tahun ini kemungkinan emiten dengn kapasitas biodiesel terbesar dan track record subsidi yang baik,” ungkapnya.

Baca Juga: Emiten CPO Grup Salim Tebar Dividen, Cek Nilai dan Jadwalnya

Imam menuturkan, prospek sektor CPO hingga akhir 2026 masih relatif positif. Dari sisi fundamental, harga CPO diperkirakan akan menguat pada semester II 2026, didukung implementasi penuh B50 dan meningkatnya dampak El Niño. 

Walaupun dampak terbesar El Niño terhadap pembentukan tandan buah segar (TBS) umumnya baru terlihat dalam 12–18 bulan setelah kemunculannya, ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan pasokan sudah mulai menjadi sentimen positif sejak sekarang.

Selain itu, meskipun persediaan minyak sawit Malaysia naik pada Juni karena produksi tumbuh lebih cepat dibanding ekspor, persediaan tersebut diperkirakan akan kembali menurun seiring penurunan produksi akibat cuaca yang lebih kering. 

“Kondisi ini juga berpotensi menjaga keseimbangan pasar dan menopang harga CPO,” tuturnya. Imam merekomendasikan beli untuk TAPG dengan target harga Rp 2.100 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×