kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

RUPS Perdana Usai IPO, Superbank Putuskan Belum Bagi Dividen


Senin, 27 April 2026 / 16:29 WIB
RUPS Perdana Usai IPO, Superbank Putuskan Belum Bagi Dividen
ILUSTRASI. Pencatan Perdana Saham Superbank (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) memastikan belum akan membagikan dividen kepada pemegang saham dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini diambil seiring kondisi kinerja perseroan yang masih dalam fase penguatan bisnis.

Direktur Keuangan Superbank, Melisa Hendrawati, menjelaskan bahwa pembagian dividen harus mengacu pada ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas, di mana dividen hanya dapat dibagikan jika perusahaan telah memiliki saldo laba positif.

“Kami tunduk pada aturan bahwa dividen hanya bisa dibagikan jika perseroan memiliki laba yang positif. Maka dari itu, untuk tahun ini bank belum berencana untuk membagikan dividen,” ujarnya saat konferensi pers RUPS Superbank di Jakarta, Senin (27/4).

Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) dan BOLT Bakal Bagi Dividen Tunai, Simak Rekomendasi Sahamnya

Seperti diketahui, pada 2025 bank digital yang tergabung dalam ekosistem Grab ini mencetak laba Rp 99,68 miliar.

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu, Superbank masih mencatatkan kerugian. Tepatnya pada Desember 2024, rugi yang dicatatkan Superbank mencapai Rp 366 miliar.

Dengan kondisi tersebut, manajemen memastikan untuk saat ini belum ada rencana pembagian dividen, meskipun dalam prospektus yang diumumkan akhir tahun lalu, perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham sebanyak-banyaknya 85% dari laba bersih tahun berjalan.

Namun demikian, Superbank membuka peluang perubahan kebijakan dividen di masa mendatang. Perseroan menyebut timeline pembagian dividen ke depan bisa berbeda dari yang disampaikan dalam prospektus awal.

Keputusan menahan dividen ini sejalan dengan strategi perusahaan yang masih fokus memperkuat fundamental bisnis, termasuk ekspansi layanan digital dan peningkatan basis nasabah.

Dengan demikian, laba yang diperoleh akan lebih diarahkan untuk mendukung pertumbuhan usaha dan memperkuat permodalan, sebelum nantinya memberikan imbal hasil kepada pemegang saham melalui dividen.

Baca Juga: Kinerja Reksadana Awal 2026 Tertekan, Simak Proyeksi Return dan Strateginya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×