kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Multikarya (MKAP) Tambah Lini Bisnis Baru, Optimis Pendapatan Tembus Rp 442 Miliar


Sabtu, 13 Juni 2026 / 13:00 WIB
Multikarya (MKAP) Tambah Lini Bisnis Baru, Optimis Pendapatan Tembus Rp 442 Miliar
ILUSTRASI. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) (Dok/MKAP)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) berencana menambah lini bisnis baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Perusahaan yang melantai di bursa pada 12 Februari 2024 ini selama ini bergerak di bidang manufaktur, perdagangan, penyewaan, perbaikan, serta suku cadang pompa untuk industri minyak, gas, dan pertambangan.

Direktur Utama MKAP, Eric Handoko, menyatakan, langkah perluasan bisnis ini sejalan dengan dinamika industri energi yang menuntut integrasi layanan. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing, memperluas sumber pendapatan, dan memaksimalkan penggunaan sumber daya yang ada.

MKAP akan menambah beberapa kegiatan usaha baru, termasuk aktivitas arsitektural, instalasi dan integrasi mesin industri, pemasangan jaringan listrik, penyewaan mesin dan peralatan, serta industri transformator dan pengubah arus. Eric menjelaskan, penambahan lini bisnis ini diharapkan menciptakan sinergi antarunit, memperluas cakupan layanan, dan memberikan fleksibilitas dalam merespons kebutuhan pasar.

Baca Juga: Rupiah Masih Berpotensi Bergejolak di Semester II 2026, Ini Faktor Penentunya

Perusahaan ini mengaku siap dari sisi keuangan, operasional, dan legalitas. Dari sisi SDM, MKAP berencana menambah sekitar 50 orang dalam lima tahun, disesuaikan dengan pertumbuhan usaha dan kompleksitas proyek baru. Dari sisi keuangan, tambahan modal tidak diperlukan karena proyek berbasis pemanfaatan sumber daya yang ada, dengan modal kerja sekitar 60% dari nilai proyek, ditopang fasilitas perbankan dan kas internal.

Eric menambahkan, sinergi kegiatan usaha baru ini diharapkan memperkuat kapabilitas MKAP dalam menyediakan layanan terintegrasi berbasis Engineering, Procurement, Construction (EPC).

Meski menghadapi risiko, seperti kompleksitas pengelolaan proyek, kebutuhan modal kerja, dan persaingan industri, Eric tetap optimistis. Prospek positif terlihat dari meningkatnya permintaan energi global, kebutuhan optimalisasi lapangan migas, dan pertumbuhan pasar oilfield services yang diproyeksikan dari US$ 126,32 miliar pada 2025 menjadi US$ 167,69 miliar pada 2030 (CAGR 5,83%). Kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah menjadi pasar potensial, didukung tren digitalisasi dan otomatisasi.

MKAP menargetkan tambahan pendapatan dari kegiatan usaha baru sebesar Rp 442,25 miliar hingga 2030, dengan estimasi Rp 13,78 miliar pada paruh kedua 2026. Pendapatan diprediksi meningkat seiring kesiapan tenaga kerja, kematangan proses, dan efisiensi pengerjaan. Saat ini, perusahaan ini sudah memiliki satu potensi kontrak terkait lini bisnis baru.

Persaingan memang ketat, tetapi masih dalam kendali perusahaan. Kontrak jangka panjang dan produk custom dengan kandungan komponen lokal tinggi membantu mempertahankan pangsa pasar. Optimisme manajemen juga didukung fundamental bisnis yang kuat, pengembangan infrastruktur, strategi efisiensi proyek, serta fokus pada kualitas.

Baca Juga: Dolar AS Menguat, Reksadana USD Masih Menarik untuk Diversifikasi

Dari sisi saham, MKAP terkoreksi 3,69% dalam sebulan terakhir ke level Rp 1.045, namun secara year to date melonjak 198,57%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×