Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bangkit dan berhasil menembus level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (12/6). Penguatan ini terutama ditopang oleh lonjakan saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mulai dari sektor pertambangan, perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), hingga Telkom.
Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham BUMN mencatat akumulasi beli yang kuat dari investor domestik maupun asing. Saham di sektor pertambangan bahkan menguat hingga sekitar 7%, menjadi salah satu pendorong utama penguatan indeks. Sentimen positif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek perusahaan pelat merah.
COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyambut positif pencapaian tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada pelaku pasar yang terus menjaga kepercayaan terhadap saham-saham BUMN.
Baca Juga: Gandeng Glencore, RMKE Bidik Penjualan Batubara 3,8 Juta Ton pada 2026
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kinerja positif IHSG yang kembali menembus level 6.000. Terima kasih kepada seluruh pelaku pasar dan investor yang menaruh kepercayaan pada pasar modal Indonesia, khususnya saham-saham BUMN,” ujar Dony dalam rilis, Jumat (12/6/2026).
Ia menegaskan penguatan ini merupakan hasil dari proses transformasi yang terus berjalan di tubuh BUMN, bukan sekadar faktor sesaat. Menurutnya, respons positif pasar menunjukkan bahwa arah kebijakan yang ditempuh berada di jalur yang tepat.
“Momentum ini menandakan kebijakan yang dijalankan berada di jalur yang benar. Stabilitas investasi penting untuk menarik kemitraan strategis, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga daya beli masyarakat,” tambahnya.
Penguatan IHSG juga tidak terlepas dari kombinasi kebijakan moneter dan koordinasi lintas lembaga. Bank Indonesia sebelumnya telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5% pada 9 Juni 2026, yang dinilai turut memperkuat sentimen pasar dan memulihkan kepercayaan investor.
Dari sisi koordinasi kebijakan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad disebut menginisiasi serangkaian pertemuan strategis antara otoritas fiskal, moneter, dan pelaku industri keuangan negara untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta publik tetap tenang dan menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional, khususnya sektor perbankan, masih dalam kondisi kuat.
“Fundamental ekonomi kita, khususnya dari sisi perbankan, sangat kuat,” ujarnya.
Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen menjaga kinerja portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif terhadap dinamika global, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













