kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.063   63,00   0,35%
  • IDX 5.720   -221,51   -3,73%
  • KOMPAS100 756   -29,48   -3,75%
  • LQ45 571   -17,70   -3,01%
  • ISSI 198   -7,78   -3,78%
  • IDX30 324   -9,35   -2,80%
  • IDXHIDIV20 403   -9,02   -2,19%
  • IDX80 86   -3,07   -3,46%
  • IDXV30 110   -3,65   -3,22%
  • IDXQ30 105   -2,66   -2,47%

Rupiah Melemah Lagi, Ancaman Tembus Rp 19.000 per Dolar Makin Dekat


Kamis, 04 Juni 2026 / 12:54 WIB
Rupiah Melemah Lagi, Ancaman Tembus Rp 19.000 per Dolar Makin Dekat
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terendah terhadap dolar AS (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Mengutip Bloomberg Kamis (4/6/2026) pukul 12.45 WIB, rupiah melemah 0,42% ke Rp 18.043 per dolar AS.

Sebelumnya, pada Rabu (3/6) rupiah ditutup melemah 0,71% ke level Rp 17.967 per dolar AS. 

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah salah satunya karena eskalasi di Timur Tengah yang terus memanas. Ini membuat harga minyak mentah masih dalam tren yang tinggi dan memicu inflasi. Karena itu, Bank sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga dalam tahun 2026. 

"Indeks dolar AS (DXY) terus mengalami penguatan mendekati level 100," ucap Ibrahim, Kamis (4/6).

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.047 Per Dolar AS di Tengah Hari: Terburuk Sepanjang Sejarah!

Selain itu, Ibrahim melihat sebab utama pelemahan rupiah bukan dari Bank Indonesia. Akan tetapi dari tata kelola fiskal yang membuat investor atau market khawatir. Menurutnya, dalam kondisi saat ini seharusnya pemerintah melakukan evaluasi terhadap program makan bergizi gratis (MBG) hingga program koperasi desa merah putih. Hal ini agar kondisi fiskal kembali membaik.

"Di bulan Juni ini kemungkinan rupiah akan menuju Rp 19.000 per dolar AS," ujar Ibrahim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×