Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Rabu (22/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,22% secara harian ke Rp 17.181 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,21% secara harian ke Rp 17.179 per dolar AS.
Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, memperkirakan pergerakan rupiah besok dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump disebut akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu.
Hal ini memungkinkan pembicaraan berlanjut guna mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global.
Baca Juga: Imbas Eskalasi Timur Tengah, ICDX Catat Lonjakan Transaksi Minyak Berjangka
Langkah tersebut tampak sepihak, dan belum jelas apakah Iran, atau sekutu AS yakni Israel, akan setuju untuk memperpanjang gencatan senjata, yang dimulai dua minggu lalu.
“Trump juga mengatakan Angkatan Laut AS akan mempertahankan blokade pelabuhan dan pantai Iran, yang oleh para pemimpin Iran disebut sebagai tindakan perang,” kata Ibrahim, Rabu (22/4/2026).
Ibrahim memproyeksikan rupiah besok (23/4/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 17.180 – Rp 17.220 per dolar AS.
Kepala Ekonom BCA, David Sumual mengatakan pergerakan rupiah besok dipengaruhi perkembangan eskalasi di Timur Tengah. Pasar masih menunggu perkembangan harga minyak terkait perang di Timur Tengah. Selain itu pergerakan rupiah juga dipengaruhi sentimen permintaan musiman terkait pembayaran dividen emiten yang cukup tinggi pada bulan April.
David memperkirakan rupiah besok (23/4/2026) bergerak di kisaran Rp 17.100 – Rp 17.200 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah sepanjang sesi hari ini tertekan terhadap dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah hingga kekecewaan investor terhadap hasil RDG BI yang tidak memberikan "surprise" dukungan pada rupiah dengan mempertahankan suku bunga dan mengulangi retorika yang sama. Adapun untuk besok (23/4/2026), pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen geopolitik.
Baca Juga: IHSG Melemah 0,24% ke 7.541 pada Rabu (22/4/2026), DSSA, BREN, NCKL Top Losers LQ45
“Tidak ada data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar, rupiah diperkirakan masih melemah dalam rentang Rp 17.125 – Rp 17.250 per dolar AS,” terang Lukman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













