kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (22 Juli 2026), HRTA dan AMMN Jadi Sorotan


Kamis, 23 Juli 2026 / 05:04 WIB
Diperbarui Kamis, 23 Juli 2026 / 05:24 WIB
Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (22 Juli 2026), HRTA dan AMMN Jadi Sorotan
ILUSTRASI. Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham-saham anggota indeks LQ45 pada 22 Juli 2026 diwarnai aksi ambil untung di kelompok PER tertinggi, setelah reli tajam pada perdagangan sebelumnya.

Total nilai transaksi bursa turun menjadi Rp18,6 triliun dari Rp21,6 triliun sehari sebelumnya. Investor asing mencatat net jual baik dari sisi volume (878,4 juta saham) maupun nilai (Rp920,2 miliar).

Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.

Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.

Baca Juga: Asing Net Sell Rp 920 Miliar Saat IHSG Terkoreksi, Cek Saham yang Dilego, Rabu (22/7)

HRTA Melesat di Tengah Pergerakan Beragam

Kode Close PER PBV Perubahan
JPFA 2.080 3,35 1,19 0,00%
BBTN 1.260 3,68 0,47 -0,40%
INKP 7.875 4,06 0,36 0,00%
CPIN 3.210 5,10 1,43 +2,56%
INDF 6.900 5,12 0,78 +0,73%
HRTA 2.020 5,36 2,55 +3,86%
ANTM 3.120 5,50 1,93 +1,96%
BBNI 3.610 5,95 0,83 -0,28%
PGAS 1.535 6,04 0,77 -0,32%
TOWR 412 6,44 0,87 0,00%

Sumber: Pusat Data Kontan

PT Hartadinata Abadi (HRTA) mencatat kenaikan terbesar di kelompok ini, 3,86%, satu-satunya yang naik lebih dari 3%. PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan PT Aneka Tambang (ANTM) turut menguat, masing-masing 2,56% dan 1,96%, sementara PT Indofood Sukses Makmur (INDF) naik tipis 0,73%.

Tiga saham lainnya melemah tipis (BBTN, BBNI, PGAS) dan tiga lainnya stagnan (JPFA, INKP, TOWR).

Baca Juga: FKS Food (AISA) Tuntas Kuasi Reorganisasi Hapus Defisit Rp 2,71 T, Bisa Bagi Dividen

AMMN Pimpin Koreksi Usai Reli Tajam Dua Hari Beruntun

Kode Close PER PBV Perubahan
CUAN 720 240,00 13,85 -2,04%
GOTO 50 50,00 1,79 0,00%
DEWA 440 48,89 2,27 0,00%
BUMI 168 42,00 2,24 0,00%
UNTR 25.550 37,08 0,99 -2,11%
SMGR 1.510 31,46 0,23 -0,66%
MBMA 535 28,16 2,10 -0,93%
BRPT 1.830 27,73 4,34 -1,61%
AMMN 4.150 27,67 3,22 -3,26%
INCO 5.000 17,79 1,10 +1,21%

Sumber: Pusat Data Kontan

PT Amman Mineral Internasional (AMMN) memimpin koreksi , turun 3,26%, setelah melesat 6,98% pada perdagangan sebelumnya.

PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), PT United Tractors (UNTR), dan PT Barito Pacific (BRPT) turut melemah, masing-masing turun 2,04%, 2,11%, dan 1,61%.

PT Vale Indonesia (INCO) jadi satu-satunya yang menguat di kelompok ini, naik 1,21%, sementara PT Semen Indonesia (SMGR) tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, 0,23 kali.

Baca Juga: Cermati Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi Tipis, Rabu (22/7)

GOTO Mendadak Ramai Meski Harga Tetap Beku

PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) tetap berada di harga Rp50 , namun volume transaksinya melonjak menjadi 276,6 juta saham dari 17,7 juta saham pada perdagangan sebelumnya, kenaikan lebih dari 15 kali lipat.

PT Darma Henwa (DEWA) dan PT Bumi Resources (BUMI), dua saham yang melesat tajam pada perdagangan sebelumnya, sama-sama berhenti bergerak tanpa perubahan harga sama sekali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×